Atap Hijau di Terminal Kapal Pesiar Kopenhagen

Reading time: 2 menit
Terminal Malmo di Kopenhagen dirancang dengan atap yang ramah lingkungan. Foto: Heather Shimmin/inhabitat.com

Inovasi baru dari Denmark. Mereka membangun Terminal Malmo di Kopenhagen yang memiliki fasilitas baru, yakni tiga buah terminal kapal pesiar yang canggih dengan atap luas yang ramah lingkungan. Sebagai bagian dari rencana pengembangan yang berkelanjutan, Kopenhagen memperluas penerapannya ke daerah distrik Nordhavn yang sebagian besar berisi industri kapal pesiar.

Dengan terminal baru ini, Kopenhagen mampu menampung sebanyak 500 pelayaran kapal pesiar tiap tahun. Sebelumnya mereka hanya sanggup menampung 340 kapal pesiar saja. Terminal-terminal baru ini merupakan bagian dari proyek reklamasi yang akan merubah Nordhavn menjadi sebuah areal pengembangan multifungsi dan memuat 80.000 orang.

Atap bangunan terminal ini tersusun dari tanaman sedum (keluarga Crassulaceae) dengan luas total 9.900 meter persegi. Tanaman tersebut bukanlah satu-satunya yang ‘hijau’ di bangunan ini. Kapal yang bersandar di dermaga dapat terkoneksi dengan jaringan listrik sehingga kapal tidak usah menyalakan mesin untuk menghidupkan listriknya.

Terminal Malmo di Kopenhagen dirancang dengan atap yang ramah lingkungan. Foto: Heather Shimmin/inhabitat.com

Terminal Malmo di Kopenhagen dirancang dengan atap yang ramah lingkungan. Foto: Heather Shimmin/inhabitat.com

Selain itu, dermaganya punya sistem managemen limbah air yang bisa mengangkut limbah dari tiga kapal sekaligus. Bagian selatan terminal dilengkapi dengan panel PV, sehingga cahaya alami masuk dari skylight pada bagian atasnya. Belum selesai dengan semua kecanggihan tersebut, untuk mendatangkan energi pemanas atau cahaya tambahan mereka mendapatkannya dari sumber yang tidak menghasilkan CO2.

Kopenhagen adalah salah satu kota yang terdepan dalam desain dan infrastruktur yang berkelanjutan. Terinspirasi oleh apa yang kota lain lakukan, Kopenhagen mulai mengintegrasikan atap hijau ke dalam strategi pembangunan kotanya.

Pada tahun 2010, setiap bangunan baru harus memakai atap yang ramah lingkungan. Berjalan di jalanan kota di Kopenhagen, kita dapat melihat sendiri banyaknya rumah yang memasang atap ramah lingkungan, dari mulai halte bis, toko-toko dan tempat parkir. Dan Terminal Malmo berperan lebih dari sekedar etalase desain Denmark namun juga komitmennya terhadap lingkungan.

Penulis: NW/G15

Top
You cannot copy content of this page