Desainer Belgia Daur Ulang Bola Tenis Bekas Jadi Aksen Interior Unik

Reading time: 2 menit
Desainer Belgia mendaur ulang bola tenis bekas jadi aksen interior unik. Foto: Yanko Design
Desainer Belgia mendaur ulang bola tenis bekas jadi aksen interior unik. Foto: Yanko Design
Mathilde Wittock, seorang desainer dari MWO Design asal Belgia, memanfaatkan bola tenis bekas yang sering dibuang dan mengubahnya menjadi material bernama Soundbounce. Tidak hanya ramah lingkungan, material ini juga memiliki berbagai fungsi, seperti sebagai penyerap suara, hiasan furnitur, dan elemen interior lainnya.

Yanko Design melansir bahwa produksi bola tenis di seluruh dunia setiap tahun mencapai lebih dari 330 juta. Setelah dipakai, bola-bola itu sering dibuang begitu saja. Sayangnya, bola tenis ini butuh waktu lebih dari 400 tahun untuk terurai di alam.

Nah, Soundbounce hadir untuk mengatasi masalah ini. Bola tenis bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah, kini bisa didaur ulang menjadi material yang bermanfaat dan berkelanjutan.

BACA JUGA: Snowie, Kotak Musik Natal yang Unik dari Bubuk Kopi

Soundbounce tidak hanya cocok untuk interior rumah, tetapi juga menawarkan berbagai aplikasi lainnya. Misalnya, desainer dapat menggunakannya sebagai pelapis furnitur modern, seperti bantal atau bangku, yang memberikan sentuhan lembut dan nyaman.

Bisa juga untuk aksen desain seperti kap lampu atau panel dinding, di mana tekstur bahan ini menjadi pusat perhatian. Selain itu, bagi para pemilik hewan peliharaan, Soundbounce bisa untuk membuat tempat tidur hewan atau mainan yang nyaman.

Desainer Belgia mendaur ulang bola tenis bekas jadi aksen interior unik. Foto: Yanko Design

Desainer Belgia mendaur ulang bola tenis bekas jadi aksen interior unik. Foto: Yanko Design

Material yang Memikat

Material Soundbounce mempertahankan sifat asli bola tenis yang lembut, ringan, tetapi juga kuat. Itulah yang membuatnya terasa begitu menarik dan memikat saat kita sentuh.

Permukaannya yang lembut dan kenyal memberikan sensasi nyaman saat kita menyentuhnya. Meski terbuat dari bahan daur ulang, Soundbounce terasa jauh dari kesan kasar atau industri.

Sebaliknya, tekstur yang ada justru memberikan daya tarik tersendiri, menambah kedalaman dan karakter pada material ini. Ketidaksempurnaannya justru menjadi nilai lebih, seolah-olah menceritakan kisah bola tenis yang telah melalui perjalanan panjang.

Dorong Desain Sirkular

Setiap meter persegi Soundbounce mengandung sekitar 283 bola tenis bekas yang telah Wittock daur ulang. Artinya, material ini mencegah bola tenis masuk ke tempat pembuangan sampah, sekaligus mengurangi emisi karbon hingga setara dengan 8,5 kg CO2. Dengan menggunakan kembali limbah bola tenis menjadi sesuatu yang berguna dan indah, tentunya Soundbounce telah mendorong desain sirkular yang ramah lingkungan.

Selain itu, Soundbounce punya estetika yang serbaguna. Warna alami dalam material ini, Wittock bisa menyesuaikan permintaan pembeli. Sebab, bahan ini memiliki kegunaan untuk berbagai aplikasi. Mulai dari pelapis furnitur yang memberikan kelembutan pada ruangan, hingga aksen desain seperti panel akustik atau pembatas ruangan. Bahkan, untuk proyek besar seperti branding perusahaan atau pemasangan iklan, Soundbounce bisa jadi pilihan yang menarik.

BACA JUGA: Desainer India Sulap Kombucha Jadi Instalasi Seni Wayang

Soundbounce adalah contoh inovatif bagaimana bahan daur ulang bisa menjadi material yang berguna dan tetap punya nilai estetika tinggi. Dengan mengubah bola tenis bekas menjadi bahan penyerap suara, Mathilde Wittock berhasil menciptakan produk yang ramah lingkungan, fungsional, dan menarik.

Material ini tak hanya menawarkan solusi untuk limbah, tetapi juga memperkenalkan cara baru dalam desain berkelanjutan yang bisa menginspirasi kita semua untuk berpikir lebih kreatif dalam mengelola sumber daya.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top