NextWave, Kolaborasi Peritel Besar untuk Memanfaatkan Sampah Plastik di Laut

Reading time: 2 menit
nextwave plastics
Pemilahan sampah plastik. Foto: NextWave Plastics

Upaya menyelamatkan lingkungan dari sampah plastik sudah sepantasnya mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya dari para pengusaha ritel yang secara terus-menerus memproduksi barang-barang berbahan plastik dari industrinya. Sadar bahwa masalah sampah plastik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, sekelompok pengusaha ritel membentuk konsorsium bernama NextWave Plastics.

NextWave Plastics didirikan pada tahun 2016 merupakan respon terhadap salah satu dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 14 (Sustainable Development Goal 14) yang digagas oleh PBB, yang berupaya melestarikan dan menggunakan laut dan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Seperti dilansir dari situs Green Matters, NextWave Plastics awalnya merupakan upaya bersama dari perusahaan raksasa teknologi Dell dan organisassi non-profit The Lonely Whale yang hingga saat ini memiliki 10 anggota termasuk Dell, The Lonely Whale, Bureo, GM, Herman Miller, Interface, Trek Bicycle, Humanscale, and now, IKEA and HP.

nextwave plastics

Sampah plastik yang dikumpulkan oleh Next Wave dari lautan diubah menjadi berbagai produk, diantaranya kursi kantor dan kemasan laptop. Foto: NextWave Plastics

Melalui kerjasama ini, NextWave diharapkan dapat mengatasi polusi laut dan meminimalkan jumlah plastik yang memasuki lautan dengan menangkap dan mengubahnya menjadi menjadi bahan baku pembuatan produk baru. Seperti yang dilakukan oleh Dell, perusahaan yang berbasis di Texas ini menggunakan botol plastik yang bersumber dari berbagai lokasi tempat sampah di Haiti untuk membuat kemasan laptop seri XPS13 andalannya.

Dell sejak itu meningkatkan operasi, yang disebut NextWave Plastics, untuk mencari sampah plastik di pinggir pantai. Adapun negara-negara lain yang menjadi target pengumpulan sampah plastik diantaranya mencakup Indonesia, Chili, Kamerun, Denmark, dan Filipina.

Melalui operasi ini, NextWave Plastics berharap untuk mengalihkan setidaknya 25.000 metrik ton plastik dari lautan pada tahun 2025, jumlah yang setara dengan 1,2 miliar botol air plastik sekali pakai.

nextwave plastics

Cartridge dan penahan botol di sepeda ini terbuat dari sampah plastik di lautan. Foto: NextWave Plastics

Kevin Brown, kepala petugas rantai pasokan di Dell Technologies, dalam sebuah keterangan pers mengatakan bahwa, “Tidak ada perusahaan yang dapat menyelesaikan masalah ini sendirian, dan kami senang menyambut anggota perusahaan baru untuk tujuan ini dan terus mendorong orang lain untuk bekerja sama untuk lebih memajukan misi NextWave dan mencegah lebih banyak plastik memasuki lautan.”

Saat ini ada lebih dari 86 juta ton plastik di lautan, dengan tambahan 12 juta ton yang telah memasuki lautan setiap tahun. NextWave Plastics akan mulai memasok plastik dari setidaknya tiga negara lagi pada tahun 2025.

Saat ini NextWave sedang mengincar Taiwan, India, dan Thailand untuk mengembangkan operasinya. Kedepannya NextWave berharap dapat menemukan inovasi baru dari plastik yang dikumpulkan, bereksperimen dengan berbagai jenis bahan dan desain, dan memimpin jalan menuju manufaktur yang lebih berkelanjutan.

Penulis: DS/G43

Top
You cannot copy content of this page