Oven Bertenaga Surya, Aman dan Ramah Lingkungan

Reading time: 2 menit
Oven bertenaga surya ini cocok untuk penduduk di negara berkembang dan beriklim panas. Foto: Livekindly

Dua insinyur dari Landmark University Nigeria, Clement A. Komolafe dan Clinton E. Okonkwo, berhasil mengembangkan teknologi ramah lingkungan untuk memasak. Mereka telah menciptakan oven bertenaga surya yang hemat energi dan juga ramah lingkungan. Tidak seperti oven pada umumnya, oven yang satu ini tidak membutuhkan bahan bakar apapun selain panasnya sinar matahari.

“Selain dapat menghemat biaya, oven bertenaga surya juga dapat mencegah penggunaan bahan bakar berbahaya untuk memasak seperti batu bara dan kayu bakar. Oven ini juga tidak memerlukan energi listrik,” ujar Clement dalam Livekindly.

Menurut Clement, oven bertenaga surya cocok untuk digunakan oleh mereka yang tinggal di negara-negara berkembang dan beriklim panas. Oven ini bekerja dengan cara mengumpulkan dan menjebak panas matahari pada satu titik dengan menggunakan perangkat pemantul cahaya. Panas yang terkumpul dapat mencapai daya pemanasan 58,2 watt, cukup untuk merebus air dan memasak makanan sehari-hari. Kinerja dari oven ini dapat terus meningkat jika kita melakukan sedikit modifikasi.

“Adanya penemuan ini diharapkan dapat mengurangi dampak pemanasan global yang muncul akibat penggunaan bahan bakar yang tidak berkelanjutan untuk memasak. Kami juga berharap inovasi ini dapat meningkatkan standar hidup masyarakat,” tulis mereka dalam sebuah studi yang terbit pada Maret 2022.

Oven Bertenaga Surya Selamatkan Warga dari Permasalahan Kesehatan

Tak hanya berupaya untuk menyelamatkan lingkungan, tujuan lain dari Clement dan Clinton menciptakan oven bertenaga surya yakni untuk menyelamatkan warga dari permasalahan kesehatan. Clement menjelaskan bahwa penggunaan bahan bakar seperti kayu bakar dan batu bara dapat menyebabkan kematian dini karena polusi udara.

“Kematian karena polusi udara rumah tangga umumnya terjadi di negara-negara berkembang, terutama di daerah pedesaan dan pinggiran kota. Inilah alasan mengapa kami ingin menyebarluaskan penggunaan oven bertenaga surya kepada penduduk-penduduk desa,” ujar Clement.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 2,6 juta orang di seluruh dunia memasak dengan menggunakan bahan bakar padat yang berpolusi. Bahan bakar padat akan menghasilkan partikel halus yang sangat berbahaya jika terhirup. WHO melaporkan bahwa hampir empat juta orang menderita kematian akibat polusi rumah tangga yang muncul karena penggunaan bahan bakar padat. Selain itu, polusi yang disebabkan oleh bahan bakar padat juga dapat menyebabkan asma, serangan jantung dan kanker paru-paru.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

Livekindly

 

Top
You cannot copy content of this page