Ide & Inovasi
Jumlah perokok di Indonesia terus bertambah. Aktivitasnya yang sudah pasti tidak sehat dan bisa membahayakan orang lain ini sering menjadi masalah. Selain itu, rokok meninggalkan sampah bekas pemakaian yang mencemari lingkungan, seperti puntung dan abu rokok. Kali ini, inovasi pemuda Tanah Air melirik manfaat dari puntung rokok.
Media tanam yang banyak awam gunakan adalah pupuk, sabut kelapa, arang, dan sekam padi. Kali ini, Greeners mengutip mahasiswa Surakarta dengan ide inovasinya menyulap limbah serbuk gergaji kayu untuk media tanam jamur.
Awamnya, vending machine tersedia untuk makanan dan minuman instan atau pun camilan. Kali ini ada inovasi vending machine dari kelompok pecinta hewan yang juga ramah lingkungan.
Keberadaan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari sama sekali tidak membuat lingkungan menjadi buruk, karena tidak menghasilkan polusi udara, seperti halnya motor atau mobil. Perusahaan sepeda dari Belanda menemukan inovasi kemasan […]
Greeners mengutip cara mengatasi hama pada bunga krisan yang diinisiasi oleh tiga mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara (Unsrat).
Permintaan energi kian meningkat mengingat pertumbuhan ekonomi dan penduduk yang semakin tinggi. Pembakaran bahan fosil untuk kebutuhan energi seperti batu bara, minyak, dan gas menjadi sumber terbesar bagi emisi karbon dioksida (CO2). Untuk itu perlu inovasi baru untuk mengurangi emisi CO2. Salah satunya adalah biofuel, bahan bakar hayati.
Saat ini perempuan dapat dengan mudah memilih pembalut yang mereka inginkan. Berbagai pilihan produk pembalut banyak tersedia di pasaran. Pembalut yang beredar merupakan pembalut sekali pakai. Meski mudah bagi konsumen untuk menggunakan pembalut sekali pakai, namun produk ini memiliki sisi buruk bagi lingkungan. Pasalnya, pada pembalut terdapat plastik yang sulit terurai.
Mainetti Group, perusahaan ritel global membuat gantungan baju ramah lingkungan yang terbuat dari sampah. Dalam proyeknya ini, Mainetti Group bekerja sama dengan perusahaan rintisan UBQ Material untuk menggunakan produk berbasis bio dalam membuat gantungan baju yang ramah lingkungan. Penggabungan kekuatan ini mereka klaim akan merevolusi industri mode berkelanjutan.
Walaupun kehadirannya dapat menyejukkan ruangan, namun Air Conditioner (AC) merupakan salah satu benda yang menyumbang polusi udara. Barang yang ada di tiap gedung perkantoran dan rumah ini, ternyata dapat tergantikan dengan inovasi baru. Peneliti Purdue University, Amerika Serikat, menciptakan cat putih yang dapat menjaga suhu hingga 18 derajat Fahrenheit lebih dingin dibandingkan lingkungan sekitarnya, tanpa menghabiskan energi.
Empat mahasiswa asal Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta, tidak ketinggalan mendayagunakan pelepah pisang. Mereka adalah Adindra Maharsi K. Astuti, Danny Hidayat, Vincent Fanuel Gedalya, dan Patricia P. Noviandri. Kali ini, pelepah pisang mereka sulap menjadi peredam suara.
Produsen pakaian dari Taiwan, Coor, menciptakan ide pembuatan jaket dengan ampas kopi. Ampas kopi dikompresi lebih lanjut untuk melepaskan minyak yang terintegrasi ke dalam membran bagian dalam kain, menggantikan kebutuhan akan pelapisan dan perawatan sintetis.
Microfiber merupakan salah satu zat pencemar air dunia yang ada di dalam pakaian. Satu pakaian dapat melepaskan hingga tujuh ratus ribu microfiber dalam satu kali cuci. Banyak dari mereka yang mencapai pantai dan lautan. Di sana, microfiber bisa bertahan selama ratusan tahun. Bahkan, serat ini dapat tertelan ikan dan makhluk laut lainnya. Serat ini lalu bergerak naik di dalam rantai makanan, dan dapat berakhir di piring kita.
Mode yang berasal dari tumbuhan merupakan hal yang lumrah. Bagaimana dengan pakaian dari limbah makanan? Itu baru penemuan anyar. Alumni Univeristy of Toronto, Kanada, Avneet Ghotra dan rekannya Myra Arshad melakukan eksperimen laboratorium untuk menciptakan pakaian dari limbah makanan.










































