Ide & Inovasi
Tim peneliti dari China, Inggris, dan Arab Saudi mengembangkan solusi untuk menyelesaikan permasalahan limbah plastik sekaligus emisi karbon. Mereka berupaya menguraikan sampah plastik menjadi gas hidrogen dan tabung nano karbon. Bahan bakar hidrogen menjadi salah satu alternatif energi yang paling menjanjikan untuk bahan bakar fosil.
Perusahaan mobil ternama ini bermitra dengan enam merek mode terkemuka dari seluruh dunia, termasuk Rosie Assoulin dan Public School, untuk meluncurkan koleksi fesyen. Produk edisi terbatas ini akan dijual di swalayan London Selfridges dan dibanderol mulai dari US$250 sampai US$ 1450.
Penggunaan bahan bakar fosil yang terus merusak bumi membuat dua peneliti muda Surabaya prihatin. Mereka adalah mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS), Handy Rifaldin dan Marita Nilam. Duo peneliti muda ini kemudian mengembangkan alternatif pembuatan bioetanol dengan menggunakan buah salak.
Pot organik yang diciptakan terbuat dari serat kelapa sawit. Berasal dari bahan alami, nantinya pot organik ini dapat terurai secara alami dan dapat langsung di tanam dalam tanah sehingga dapat menambah kandungan bahan organik yang terdapat pada tanah.
Yernisa dan Fera Oktaria, duo alumni Universitas Jambi menawarkan solusi wadah makanan sekali pakai yang ramah lingkungan. Mereka merancang ide wadah dari pelepah pinang.
Tidak hanya dagingnya, sebagian besar bagian dari ayam dapat dimanfaatkan. Mulai dari kulit hingga telurnya. Meski begitu, dalam proses pemotongan, ayam masih meninggalkan sisa limbah. Seperti air bekas cucian ayam, darah hasil pemotongan, dan bulu ayam.
Sampah plastik yang berada di permukaan laut bagaikan ‘puncak gunung es’ yang terlihat besar. Padahal, ada bagian yang lebih besar di bawah puncak gunung es itu. Proyek yang melakukan pembersihan sampah dari dasar laut ini disebut SeaClear.
Melihat tingginya potensi limbah spanduk di Tanah Air, Aditya Redja Kusuma dan Ratna Puspitasari terinspirasi menggunakan limbah spanduk dalam penelitian mereka. Mahasiswa Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya ini mengaplikasikan limbah spanduk sebagai produk dekorasi ruangan.
Menambah daftar alat modern yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, kali ini mahasiswa asal Universitas Dinamika, Surabaya merancang gawai pelipat baju otomatis.
Peniliti dari Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, Kemas Ridhuan, melihat kesempatan dalam absennya proses pengolahan limbah cair industri tahu.
Dalam penelitiannya, Puguh Amin Murtado dari Universitas Dinamika, menciptakan meja berkonsep space saving berbahan limbah ampas tebu.
Perusahaan energi Jerman, Sonnen, memasang panel pembangkit listrik tenaga surya di tiga ribu unit apartemen California, Amerika Serikat. Pada proses penerapan energi terbarukan ini, panel tata surya disambungkan dengan baterai. Karena menggunakan baterai, proses ini pun dinamakan pembangkit listrik virtual.
Belakangan ini warna-warni tanah, atau earth tone menjadi tren fesyen yang digandrungi. Fashionista menilai kesan alam dan natural yang ditonjolkan membuat warna-warni ini semakin menarik. Tidak hanya baju yang tersedia […]










































