Sabai, Furniture Berkelanjutan yang Bisa Kurangi Sampah

Reading time: 2 menit
Furniture berkelanjutan ini bisa mengurangi timbulan sampah rumah tangga. Foto: Inhabitat

Kerap kali saat kita berjalan di toko furniture pasti akan menemukan bahan-bahan sintetis, desain yang tak tahan lama hingga ketidaktepatan standar manufaktur. Berangkat dari permasalahan itu, pengusaha Phantila Phataraprasit membuat lini furnitur dari bahan yang berkelanjutan dengan jaminan lebih tahan lama.

Misi perusahaan furniture Sabai yang berbasis di AS ini adalah memproduksi furniture yang tak sekadar nyaman. Tapi secara bertanggung jawab menghindari penimbunan sampah selama mungkin. Dalam hal ini, mereka selektif memproduksi semua pesanan furniture sesuai permintaan untuk menghindari pemborosan berlebih pada sumber daya.

Selain itu, pelanggan dapat mendesain sofa, kursi empuk dan kursi yang tersedia dalam berbagai warna dan pilihan. Sabai juga membuat meja kopi dan item dekorasi agar sesuai dengan tema desain interior apapun.

Bahan Produk Berkelanjutan

Sementara itu, bahan kayu untuk semua produk bersumber secara berkelanjutan. Misalnya, The City Table, berasal dari abu pohon tumbang di Baltimore dari tumpukan sampah. Demikian pula, kayu untuk sofa dan kursi empuk dibuat dengan kayu bersertifikasi FSC.

Opsi pelapis juga sangat mempertimbangkan faktor lingkungan, dengan opsi beludru daur ulang atau poli daur ulang. Kaki furniture dari kayu yang bersumber secara lokal atau aluminium padat mesin yang tidak beracun. Selain itu, semua potongan tanpa racun sehingga tidak ada gas buang.

Dalam mengarahkan perusahaan menuju program furniture loop tertutup pertama di Amerika Serikat, Sabai meluncurkan dua program utama.

Yang pertama yaitu “Repair Don’t Replace”. Setiap opsi furnitur diproduksi di North Carolina, dikirim ke pelanggan untuk perakitan di rumah. Dengan metode ini, setiap perabot dirancang sedemikian rupa sehingga dapat diganti dengan sedikit limbah. Semua pesanan asli dan pengganti dikirim dalam kemasan bebas plastik.

Inisiatif kedua yaitu Sabai Revive. Ini adalah program pembelian kembali untuk furniture bekas. Jika akan mengganti furniture Sabai, perusahaan akan membelinya kembali hingga 20 % di atas perkiraan nilai jual. Jika kredit, toko memberi harga pembelian furniture bekas 15 % di atas sebagai penjualan tunai.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Sumber: InHabitat

Top