Supermarket di Thailand Kemas Produk Pangan Gunakan Daun Pisang

Reading time: 2 menit
daun pisang
Toko bahan pangan Rimping di Thailand mengemas produk pangan mereka dengan daun pisang dan mengikatnya dengan bambu. Foto: Perfect Homes Chiangmai via Facebook

Tren mengurangi penggunaan kemasan plastik belakangan ini sedang meningkat di toko-toko kelontong atau supermarket di seluruh dunia. Banyak toko dan produsen makanan yang berupaya mencari ide dan cara baru untuk memerangi penggunaan kemasan plastik ini. Seperti yang dilakukan oleh Rimping, salah satu toko bahan pangan yang berlokasi di Chiang Mai, Thailand. Toko ini mulai menggunakan daun pisang untuk membungkus buah dan sayur sebagai pengganti kemasan plastik.

Dilansir dari Greenmatters, toko bahan pangan Rimping ini menjadi viral ketika perusahaan real estate yang berbasis di Chiang Mai, Perfect Homes, membagikan foto mentimun, selada, kacang hijau, cabai dan bahan makanan lainnya yang dibungkus dengan kemasan daun pisang di Facebook. Cara toko bahan pangan ini dalam membungkus buah dan sayur cukup unik, selain menggunakan kemasan dari daun pisang, Rimping juga menggunakan tali pengikat dari bambu agar ketika tidak digunakan tali pengikat tersebut tetap dapat dibiodegradasi.

daun pisang

Foto: Perfect Homes Chiangmai via Facebook

Menurut The Epoch Times, pisang tumbuh sepanjang tahun di Thailand akan tetapi daunnya sering dibuang begitu saja karena tidak ada permintaan yang besar untuk memanfaatkannya. Namun untuk menggunakan daun pisang sebagai kemasan produk tetap memerlukan biaya untuk mengumpulkannya.

Penggunaan daun pisang untuk membungkus makanan sebenarnya bukanlah hal yang baru dalam budaya Asia. Hidangan tradisional dari Thailand, India, Cina, Vietnam, dan Malaysia semuanya menggunakan daun pisang sebagai pengganti piring dan membungkus berbagai makanan.

daun pisang

Foto: Perfect Homes Chiangmai via Facebook

Upaya Rimping untuk mengurangi penggunaan kemasan plastik ini memang belum sempurna. Pasalnya, potongan bungkus plastik bening masih terlihat pada beberapa item dan label plastik menempel di setiap kemasan buah dan sayur. Namun, kemasan daun pisang ini bisa sangat berguna untuk membungkus barang-barang kecil yang hampir selalu dikemas dengan boks plastik, seperti buah beri, jamur, dan tomat ceri.

Rimping, supermarket yang pertama kali didirikan pada tahun 1932 ini bukanlah Stop & Shop biasa. Menurut situs resminya, Rimping adalah “toko hijau” yang mengoperasikan enam supermarket dan dua toko kecil yang menjual bahan pangan di seluruh Thailand. Selain menggunakan kemasan daun pisang untuk buah dan sayur, Rimping juga menawarkan banyak pilihan kemasan berkelanjutan lainnya.

Dalam melayani pelanggannya Rimping tetap mengedepankan upaya keberlanjutan. Rimping menawarkan kantong bioplastik yang dapat dibiodegradasi serta kotak kardus yang digunakan kembali untuk mengemas makanan. Sedangkan untuk pelanggan yang lupa membawa tas jinjing, mereka dapat meminjam tas kain Rimping untuk disimpan dengan membayar biaya donasi sebesar 50 Baht Thailand ($ 1,57 USD).

Penulis: DS/G43

Top
You cannot copy content of this page