AKSI Desak Wings Tangani Sampah Kemasan Sachet

Reading time: 3 menit
AKSI melakukan treatikal mengkritisi sampah kemasan Wings. Foto: Komunitas Sungai Indonesia

Jakarta (Greeners) – Sesosok patung Dewi Sri memakai rok dari sampah kemasan (sachet) yang membungkus tubuhnya tampak menjulang menarik perhatian di depan Kantor Wings Surabaya, Jumat (25/11). Patung tersebut merupakan simbol dari aksi teatrikal para pegiat lingkungan dari berbagai universitas di Jawa Timur yang tergabung dalam Asosiasi Komunitas Sungai Indonesia (AKSI).

Mereka berasal dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas 17 Agustus Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Negeri Malang dan Universitas Hang Tuah Surabaya.

Mengusung tajuk “Sachet Wings Bencana untuk Masa Depan”, AKSI meminta agar Wings bertanggung jawab atas sampah sachet yang tercecer di lingkungan perairan Indonesia. Sebab sampah kemasan ini tidak dapat terurai bahkan sampai ribuan tahun.

Koordinator AKSI Rikat L. Sofyan mengatakan, aksi teatrikal berangkat dari rasa keprihatinan atas hasil brand audit yang AKSI lakukan selama tahun 2022.

Brand audit AKSI lakukan di delapan kota/kabupaten di Jawa Timur. Daerah tersebut antara lain Bangkalan, Magetan, Tulungagung, Gresik, Jember, Malang, Kediri dan Sidoarjo. Hasilnya 5 top polluters di Jawa Timur yaitu Wings (523 piece sampah), Unilever (330 piece sampah), Indofood (307 piece sampah), Mayora (209 piece sampah) dan Ajinomoto (183 piece sampah).

“Dari data tersebut menjadikan Wings Group menjadi top polluters sampah plastik dan sachet di Jawa Timur,” kata Rikat dalam keterangannya.

Hasil brand audit tersebut sekaligus menunjukkan banyaknya sampah jenis sachet (multilayer) yang sulit untuk didaur ulang. Kemasan sachet menyumbang 16 % sampah plastik yang tercecer di perairan Indonesia.

Jika sampah kemasan (sachet) tidak ditangani dan terus tersebar di sungai-sungai Indonesia akan memberikan dampak aspek lingkungan dan kesehatan. Salah satu dampaknya yaitu sachet terpecah menjadi mikroplastik.

Bahaya Mikroplastik dari Sampah Kemasan

Melansir penelitian Faujiah dan Wahyuni dalam Seminar Nasional Kimia 2021 UIN Sunan Gunung Djati, mikroplastik dari sachet dapat berdampak buruk ke kesehatan manusia. Transformasi kandungan kimia plastik ke dalam tubuh manusia memicu penyumbatan saluran usus. Hal ini mengakibatkan kenyang semu, stres fisiologis, perubahan pola makan, penghambatan pertumbuhan, dan penurunan kesuburan.

Penelitian lain dari Universitas Hull dan Laporan The Guardian menjelaskan bahwa telah ditemukan mikroplastik di jaringan paru-paru darah dan feses manusia.

Mahasiswa Sejarah Universitas Negeri Malang Wahyu Pradana menyatakan, dari beberapa penelitian tentang bahaya plastik, Wings sebagai perusahaan fast moving consumer good (FMCG) di Indonesia perlu memelopori inisiatif pengurangan sampah secara masif dan progresif.

“Selain sebagai produsen penghasil sachet yang membanjiri Indonesia, Wings dapat menghentikan tsunami sampah dan sachet di Indonesia. Caranya dengan meredesain ulang kemasan plastik dan menyediakan sistem refill,” ungkapnya.

Pasal 15 UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah menyebut adanya kewajiban setiap produsen atas sampahnya melalui upaya extended producer responsibility (EPR).

EPR ini juga tercantum dalam peraturan Permen LHK Nomor 75 Tahun 2019 Tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen. Produsen harus mengurangi sebanyak 30 % sampah yang mereka hasilkan. Berdasarkan temuan 523 pieces sampah membuktikan bahwa Wings masih belum maksimal melakukan upaya EPR.

Membentangkan spanduk seruan bahaya sampah sachet. Foto: Komunitas Sungai Indonesia

Dorong Wings Bertanggung Jawab

AKSI pun mendorong produsen Wings Group meningkatkan investasi pada solusi penanggulangan krisis plastik. Seperti misalnya mengembangkan material, teknologi dan sistem distribusi yang aman dan berkelanjutan.

Selanjutnya, mendesak produsen Wings Group melakukan pembersihan dan pengumpulan sampah sachet. Hal ini jadi bagian pencegahan kontaminasi bahan kimia beracun dan partikel mikroplastik.

Wings Group juga harus membangun dan mereplikasi kawasan pengelolaan sampah mandiri sesuai prinsip zero waste di desa-desa. Di samping itu juga mengedukasi konsumen untuk beralih pada sistem distribusi reuse dan refill produk.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page