Menyorot TreeCard, Kartu Debit dari Kayu Pertama di Dunia

Reading time: 3 menit
treecard
Menyorot TreeCard, Kartu Debit dari Kayu Pertama di Dunia. Foto: TreeCard.

TreeCard, perusahaan rintisan di bidang finansial asal London, Inggris, berencana meluncurkan kartu debit dari kayu.

Secara global, produksi kartu debit dan kredit mencapai miliaran keping setiap tahunnya. Walaupun terlihat kecil dan dalam kehidupan sehari-hari ia lebih banyak kita sisipkan ke dalam dompet, namun ternyata kartu plastik ini memiliki jejak karbon yang cukup besar. 

Menanggapi dampak lingkungan ini, TreeCard, sebuah fintech startup, membuka jalan hijau di dunia keuangan dengan rencana peluncuran kartu debit kayu.

Misi TreeCard, Kartu Debit Kayu Pertama di Dunia

Dalam kartu kredit kayunya, TreeCard berencana menggunakan 80% dari keuntungan mereka untuk menanam pohon.

Kartu tersebut terbuat dari kayu yang bersumber dari pohon ceri berkelanjutan. Satu pohonnya berguna untuk membuat hingga 300.000 kartu, sehingga startup ini tidak memerlukan banyak pohon untuk proses produksinya.

Selain itu, chip atau core pada kartu ini menggunakan bahan botol plastik daur ulang.

“Saya menyukai gagasan bahwa tindakan sehari-hari dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan lingkungan dan sosial,” kata Jamie Cox, salah satu pendiri kartu debit kayu pertama di dunia.

TreeCard telah menerima dana sebesar $1 juta dari Ecosia, mesin pencari yang berbasis di Jerman. Ecosia dikenal karena kontribusinya pada proyek lingkungan serupa. 

Ecosia menggunakan keuntungannya untuk menanam pohon berdasarkan jumlah pencarian pengguna dan telah menanam lebih dari 112 juta pohon. Nantinya TreeCard akan menanam satu pohon untuk setiap transaksi sejumlah $60 dari setiap kartu.

Inspirasi kartu debit kayu ini pun berasal dari Ibu Cox, seorang pengguna setia Ecosia. Saat itu, ibunya mengungkapkan keinginannya untuk dapat menanam pohon melalui pengeluaran sehari-harinya.

Bebas Biaya Transaksi

Kartu ini tidak membebani Anda dengan biaya tersembunyi. Anda hanya akan membayar apa yang Anda beli.

Saat menggunakan TreeCard, toko akan membayar sejumlah kecil biaya transaksi yang akan mereka gunakan untuk mendanai proyek reboisasi. 

Kartu Debit Kayu TreeCard dan Berbagai Fiturnya

TreeCard nantinya bisa Anda gunakan di merchant mana pun (toko daring atau toko fisik) yang menerima Mastercard. Kartu ini pun kompatibel dengan dompet digital yang populer seperti Apple Pay, Android Pay, dan Samsung Pay.

Startup ini juga akan merilis aplikasi yang memungkinkan pengguna melakukan prosedur perbankan digital dasar beserta fitur untuk membantu menyederhanakan keuangan sehari-hari Anda.

Pengeluaran bisa Anda pantau dan kategorikan. Anda juga bisa split bills atau patungan dengan teman.

Lebih jauh, pengguna TreeCard bisa melacak jumlah pohon yang tertanam berdasarkan pengeluaran mereka lewat aplikasi ini. Jika kartunya hilang atau dicuri, Anda dapat langsung membekukannya dan menghentikan transaksi lebih lanjut.

treecard

Menanam produk segar dalam sistem wanatani juga memberikan makanan dan pendapatan bagi masyarakat lokal. Foto: Shutterstock.

Mengapa menanam pohon?

“Menanam pohon adalah cara kami untuk mengambil tindakan langsung,” kata Cox, yang juga terinspirasi oleh aktivis lingkungan David Attenborough.

Cox melanjutkan, pohon mengatasi perubahan iklim dengan tiga cara utama: menangkap karbon secara efektif, menciptakan, dan memulihkan habitat hewan, serta mendukung masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu, pohon juga membantu memulai kembali siklus air dan memulihkan lahan kering. Pohon pun bekerja sebagai pelindung keanekaragaman hayati, menciptakan, dan melestarikan habitat spesies hewan yang terancam punah.

Menanam produk segar dalam sistem wanatani juga memberikan makanan dan pendapatan bagi masyarakat lokal. Dengan meregenerasi tanah, orang tidak perlu bermigrasi untuk mencari kondisi kehidupan yang lebih baik.‍

Dengan menanam pohon akan memberikan dampak jangka panjang karena warga akan mendapatkan pekerjaan yang stabil dengan pengelolaan sumber daya yang ada sehingga penghasilannya dapat membiayai pendidikan anak-anak mereka, obat-obatan, dan tempat tinggal.

Beberapa bank juga mulai berinovasi. Misalnya, Zurich Cantonal Bank telah bekerja sama dengan perusahaan Swiss Wood Solutions untuk menghasilkan serangkaian kartu biodegradable yang terbuat dari kayu berkelanjutan.

Baca juga: Baobab, Spesies Pohon Tertua Dunia

Pro-Kontra Klaim Ramah Lingkungan TreeCard

Namun, ada pula anggapan bahwa kartu kayu tidak sepenuhnya ramah lingkungan. Menurut MyClimate Foundation yang berbasis di Zurich, kartu kayu memiliki jejak karbon yang mirip dengan plastik karena cara pembuatannya yang membutuhkan energi secara intensif.

Swiss Wood Solutions menyatakan masalah ini dapat teratasi dengan teknik manufaktur yang baru setelah produksi meningkat.

Terlepas dari pro dan kontra penggunaan kayu untuk kartu debit atau kredit, alternatif yang paling ramah lingkungan adalah dengan memiliki kartu yang tidak dalam bentuk fisik. 

Seperti produk UBS yang merupakan kartu debit virtual yang terhubung ke beberapa platform pembayaran digital. Sehingga tidak ada masalah produksi kartu fisik, pembuangan atau daur ulang.

TreeCard juga menawarkan pilihan untuk Anda yang tidak ingin memakai kartu fisik dan biasa memakai dompet digital seperti Apple atau Android Pay.

Cox percaya bahwa bank harus memainkan peran dalam mengurangi dampak buruk lingkungan terhadap planet ini. Terciptanya TreeCard, lanjutnya, dia harapkan menjadi langkah pertama menuju perubahan positif di bidang keuangan.

Penulis: Agnes Marpaung

Editor: Ixora Devi

Sumber:

Vegan First

Website TreeCard

Fintech Switzerland

Top
You cannot copy content of this page