Water Filled Glass, Jendela yang Dapat Menghemat Energi

Reading time: 2 menit
Water Filled Glass
Water Filled Glass. Foto: Loughborough University

Di saat krisis iklim saat ini cuaca kerap kali berubah tak menentu. Hal tersebut membuat tiap individu harus lebih peduli akan lingkungan salah satunya dengan mengurangi emisi karbon. Dari rumah kegiatan mengurangi emisi karbon dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan listrik untuk menghemat energi.

Matyas Guai dari Universitas Loughborough membuat salah satu fitur jendela hemat energi. Ilmuwan asal Inggris ini menciptakan Water Filled Glass (WFG) berupa jendela rumah yang dipenuhi air. Zat tersebut digunakan untuk memanaskan dan mendinginkan struktur jendela secara pasif.

Baca juga: Piring dan Sumpit dari Kentang

Simulasi menunjukkan bahwa penemuan ini dapat menghemat hingga 61 persen lebih banyak energi daripada bangunan yang dilengkapi dengan sistem pemanas. Selain itu, penemuan ini juga dapat menyesuaikan daya di semua jenis iklim karena pemanas dan pendingin ruangan cukup konstan dalam menghasilkan emisi karbon.

Guai mengatakan, WFG mengubah pandangan tentang kaca dan menjadikannya sebagai peluang untuk fitur konstruksi berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan mempertimbangkan segala aspek bangunan dan komponennya dapat mengarah ke lingkungan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Water Filled Glass

Water Filled Glass. Foto: Loughborough University

WFG menggunakan dua lembar kaca dengan air yang berada di dalamnya. Ketika sinar matahari menyentuh kaca, ia dapat memanaskan air karena menyerap panas dari luar dan membuat ruangan tetap dingin. Saat air yang dihangatkan oleh matahari mencapai suhu tertentu, sistem memompa air keluar dari jendela melalui pipa ke tangki penyimpanan.

Baca juga: Kain untuk Menjaga Suhu Tubuh di Dua Musim

Jumlah listrik yang dibutuhkan untuk mendorong air masuk dan keluar lebih sedikit dibanding saat menggunakan AC. Kemudian ketika cuaca sedang dingin, air yang dipanaskan dapat dipompa keluar dari tangki untuk mengisi pipa dan memancarkan panas melalui dinding.

Inovasi ini telah dibangun dalam dua prototipe, satu di Taiwan dan sisanya di Hongaria. Bersamaan dengan simulasi, bangunan-bangunan ini menunjukkan bahwa fokus pada peningkatan penyerapan matahari pada teknologi kaca akan lebih baik.

Penulis: Mega Anisa

Top
You cannot copy content of this page