1.490 Orang Ikuti Bandung Historical Study Games

Reading time: 2 menit
Peserta "Bandung Historical Study Games" dalam rangkaian acara peringatan KAA ke-60 mencapai 1.490 orang. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Bandung (Greeners) – Puncak acara Konferensi Asia Afrika ke-60 yang berlangsung tanggal 24 April 2015 kemarin, ditutup dengan kegiatan historical walk atau napak tilas sejarah terjadinya KAA 60 tahun silam oleh para pemimpin negara dan delegasi KAA di depan Gedung Merdeka, Bandung. Mengambil semangat yang sama, acara “Bandung Historical Study Games” dilakukan oleh para pelajar dan warga.

Salah satu acara sekunder KAA ini digelar Sabtu (25/04) sejak pagi hingga sore hari, dengan titik kumpul di sekitar Gedung Merdeka. Tidak tanggung-tanggung, kegiatan dalam bentuk permainan sambil belajar ini diikuti lebih dari seribu orang partisipan dengan usia minimal 15 tahun.

“Jumlah peserta kegiatan ‘Bandung Historical Study Games’ ini mencapai 1.490 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Bandung, banyak juga yang datang dari luar kota,” ujar Heni, Koordinator Lapangan “Bandung Historical Study Games” saat ditemui Greeners di lokasi acara, Sabtu (25/04) pagi.

Peserta "Bandung Historical Study Games" tengah menyusuri Jalan Braga, Bandung. Selain permainan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingat kembali sejarah diadakannya Konferensi Asia Afrika 60 tahun silam. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Peserta “Bandung Historical Study Games” tengah menyusuri Jalan Braga, Bandung. Selain permainan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingat kembali sejarah diadakannya Konferensi Asia Afrika 60 tahun silam. Foto: greeners.co/Renty Hutahaean

Dalam kegiatan ini, lanjut Heni, para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas lima orang anggota. Sebelum memulai permainan, peserta diberikan peta rute permainan. Mereka juga diberi kaus berwarna merah untuk dikenakan dan bendera salah satu negara peserta KAA ke-60 untuk dibawa.

“Kegiatan ini seperti ‘Amazing Race’ (sebuah program acara televisi berupa perlombaan memecahkan soal dan mencari petunjuk di berbagai tempat, Red.). Peserta menerima soal dan tugas dari setiap pos yang mereka kunjungi dan pos-pos ini tersebar di tiga area,” ujarnya.

Hani menjelaskan, tiga area tersebut dimulai dari Gedung Merdeka, Gedung Dwi Warna, dan kembali ke Gedung Merdeka. Ia juga menambahkan bahwa rute ini lebih panjang ketimbang pelaksanaan permainan yang sama di KAA sebelumnya.

Penulis: Renty Hutahaean

Top
You cannot copy content of this page