Danone AQUA Tingkatkan Kesadaran Minum Air Putih

Reading time: 2 menit

Jakarta (Greeners) – Pelopor air minum dalam kemasan di Indonesia, Danone AQUA, menguatkan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat. Salah satunya dengan menggelar diskusi kesehatan bertajuk Memahami serta Mencegah Dehidrasi Ringan pada Jumat (23/5) kemarin, di The Only One Club (The O1 Club), FX Lifestyle X’nter, Jakarta.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh tiga orang pembicara, dr. Saptawati Bardosono, Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG), dr. Pradono Handojo, MHA, Health Marketing Director Danone AQUA, serta aktor sekaligus model Mischa Chandrawinata itu antara lain disosialisasikan dampak dehidrasi ringan bagi kesehatan seseorang. Gangguan-gangguan kecil seperti mudah lelah, mudah cemas, mood turun, daya konsentrasi dan kewaspaadan visual berkurang, hingga sakit kepala adalah dampak yang akan dialami seseorang ketika kehilangan 1 – 5% cairan dalam tubuh atau dehidrasi ringan.

“Sebagai komponen utama dalam tubuh seseorang, air yang cukup dibutuhkan agar organ-organ dalam tubuh kita dapat berfungsi dengan baik. Air putih adalah sumber air paling baik dan menyehatkan,” ujar dr. Saptawati.

Setiap saat tubuh mengalami kehilangan cairan secara alami melalui bernafas, berkeringat, buang air kecil dan besar. Rasa haus dapat dijadikan penanda awal terjadinya dehidrasi ringan. Jika rasa haus itu dibiarkan hingga tidak terasa lagi, malah akan berdampak buruk.

“Hilangnya dahaga justru merupakan indikasi bahwa tingkat dehidrasi yang dialami seseorang sudah lebih tinggi. Jadi, saat merasa haus sebaiknya segera minum secukupnya. Karena kalau dibiarkan terus-menerus dapat berpotensi menyebabkan penyakit serius seperti konstipasi (susah buang air besar), infeksi saluran kemih, dan infeksi batu ginjal,” jelasnya.

Agar tubuh terhidrasi dengan baik, ia menyarankan minum air yang tidak diberi zat tambahan apapun atau air putih biasa minimal dua liter per hari. Dan, kondisi air yang layak konsumsi harus memenuhi kriteria tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak mengandung zat-zat berbahaya.

Dalam acara tersebut dibahas pula hasil penelitian Danone AQUA bersama tiga universitas ternama, yaitu Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanudin dan Universitas Airlangga. Dari penelitian The Indonesian Hydration Regional Study (THIRST) tahun 2010 tersebut terungkap, bahwa 46,1% subyek yang diteliti mengalami dehidrasi ringan. Berdasarkan pemeriksaan berat jenis urin terhadap 1.200 sampel di Jakarta, Lembang, Surabaya, Malang, Makassar dan Malino tampak bahwa kondisi dehidrasi ringan didominasi remaja (49,5%). Penyebab terjadinya dehidrasi ringan tersebut antara lain kurangnya pengetahuan dan kesulitan akses secara fisik dan ekonomi dalam memperoleh air minum.

“Menurut penelitian yang kami lakukan pada 2010, satu dari 2 orang Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Kita dapat memonitor apakah sudah terdehidrasi dengan cukup di antaranya melalui pemeriksaan grafik warna urin sendiri (PURI). Bila warnanya makin bening berarti terhidrasi dengan baik. Dan sebaliknya, jika semakin pekat artinya mengalami kekurangan cairan. Tapi, harus dicermati juga apakah sebelumnya kita mengonsumsi minuman atau makanan yang berpengaruh pada warna urin,” ucap dr. Pradono Handojo.

 

Dyah Wisnuwardani

Top