Waste4Change Beri Penghargaan Komunitas dan Institusi Peduli Sampah

Reading time: 2 menit
Wastw4Change mengapresiasi setiap upaya peduli dan pengelolaan sampah. Foto: Waste4Change

Jakarta (Greeners) – Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-7, Waste4Change menggelar acara penghargaan Award4Change 2021. Penghargaan ini Waste4Change berikan kepada berbagai perusahaan dan komunitas yang telah melakukan upaya pengelolaan sampah dengan baik dan bertanggung jawab. Upaya tersebut mulai dari meminimalisir timbulan limbah, penggunaan kemasan ramah lingkungan, sampai meningkatkan nilai daur ulang.

Managing Director Waste4Change M. Bijaksana Junerosano mengapresiasi para tokoh peduli sampah di Indonesia. Penghargaan Waste4Change berikan kepada perusahaan, institusi dan perorangan.

“Award4Change 2021 terdiri dari 10 kategori penghargaan yang kami berikan kepada 27 perusahaan, institusi dan mitra serta dua tokoh persampahan di Indonesia. Mereka telah mendedikasikan waktu dan semangatnya untuk dunia persampahan dan lingkungan yang lebih baik,” katanya dalam acara penghargaan secara virtual di Jakarta, baru-baru ini.

Waste4Change sendiri berdiri pada 7 November 2014 atas dasar keprihatinan terhadap masalah sampah yang ada di Indonesia. Waste4Change ingin membantu menyelesaikan permasalahan sampah secara bertanggung jawab dengan prinsip sirkuler ekonomi dan zero waste.

Target Waste4Change adalah fokus memberikan layanan sampah sehingga tidak ada sampah yang tercecer di lingkungan dan menyebabkan pencemaran. Waste4Change telah mengelola 8.424 ton sampah dengan layanan pengangkutan sampah. Layanan ini telah menjangkau 2.828 KK di dua kawasan perumahan serta 68 perusahaan klien di 114 titik lokasi.

Edukasi Anak-Anak di Bantargebang, The BGBJ Raih Penghargaan Waste4Change

Dalam acara ini, Waste4Change memberikan penghargaan lifetime achievement waste warrior kepada dua tokoh yaitu Resa Boenard sebagai pendiri dari The BGBJ (Bantargebang Biji) dan Suparno Jumar sebagai aktivis Komunitas Peduli Ciliwung Bogor.

Keduanya meraih penghargaan karena telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga lingkungan bersih dari sampah. Mereka pun mengembangkan komunitas peduli sampah.

Pendiri The BGBJ Resa Boenard telah tinggal di Bantargebang selama 20 tahun. Dari perjalanan panjang itu dirinya tidak ingin melihat anak-anak Bantargebang terhalang efek negatif sosial akibat lingkungan yang buruk.

Perempuan yang lahir di Padang, Sumatera Barat pada tahun 1986 silam ini akhirnya mendirikan sanggar edukasi anak BGBJ. Filosofi nama BGBJ adalah anak-anak ibarat sebagai biji. Harapannya anak-anak nantinya dapat tumbuh dimana saja menjadi pohon yang kuat dan bermanfaat bagi orang lain.

“Saya tidak menyangka akan mendapat award ini. Melihat video kami diputar, rasanya saya mau menangis, karena tahun ini memang tahun yang berat bagi saya dan BGBJ. Saya berharap akan ada semakin banyak para pegiat sampah.  Sistem persampahan Indonesia juga menjadi lebih baik sehingga kita tidak harus menyaksikan kampung-kampung yang bagus dan indah menjadi fasilitas pengelolaan sampah,” ungkapnya.

Resa berharap dari acara penghargaan ini semakin banyak pelaku bisnis dan institusi lainnya yang termotivasi untuk menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

“Saya berharap ajang ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi pelaku bisnis dan institusi lainnya untuk turut menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” imbuhnya.

Ia menambahkan, akan bermitra dengan Waste4Change berkomitmen terus meningkatkan layanan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Selain itu juga aktif membuka kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung terwujudnya Indonesia yang bersih dan bebas sampah.

Dedikasikan Diri Sebagai River Defender Untuk Sungai Ciliwung

Sementara itu, peraih award lainnya, Suparno Jumar telah bergabung dengan Komunitas Peduli Ciliwung Bogor sejak tahun 2015. Suparno rela meninggalkan pekerjaannya untuk menjadi relawan river defender atau penjaga sungai.

Sampai saat ini, Suparno bersama anggota Komunitas Peduli Ciliwung Bogor lainnya masih aktif membersihkan sungai sekaligus mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan dari sampah-sampah.

“Apapun yang disematkan kepada saya mewakili Komunitas Peduli Ciliwung Kota Bogor, mudah-mudahan menjadi suntikan (semangat) baru bahwa ada banyak hal yang bisa kita kontribusikan pada alam semesta, terutama dari apa yang bisa kita lakukan di wilayah kita masing-masing,” ungkapnya.

Penulis : Fitri Annisa

Top