YBL Apresiasi Jokowi Hadiahi PM Australia Sepeda Bambu Spedagi

Reading time: 2 menit
Presiden Joko Widodo tampak memperhatikan rupa sepeda bambu Spedagi. Foto: YBL

Jakarta (Greeners) – Langkah Presiden Jokowi mengajak bersepeda dan memberi cenderamata sepeda bambu Spedagi kepada Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, Senin (6/6) mendapat respon positif dari Yayasan Bambu Lestari (YBL).

Penasihat Senior YBL, Noer Fauzi Rachman menyatakan, langkah Presiden Jokowi menandakan andil terhadap alam dan rakyat Indonesia dalam kancah diplomasi internasional.

“Penggunaan sepeda bambu ini penting untuk memberi penanda bagi pentingnya adanya kemampuan warga Indonesia melakukan inovasi teknologi dengan penggunaan material ramah lingkungan. Memproduksi barang kebutuhan manusia modern berbasis industri rakyat,” katanya dalam keterangan resminya baru-baru ini.

Lebih jauh, Noer juga menyebut langkah tersebut turut mempromosikan sepeda bambu kepada dunia. Ia menambahkan penggunaan sepeda bambu dalam penerimaan kepala negara sahabat sangat penting dan menarik dalam konteks pertemuan G20 mendatang.

Direktur Eksekutif YBL, Monica Tanuhandaru mengatakan, pemberian cenderamata sepeda bambu itu menunjukkan keberpihakan presiden kepada industri bambu rakyat dan produk hasil karya anak bangsa.

Saat ini YBL telah melakukan kolaborasi bersama dengan Spedagi, nama sepeda bambu yang rancangan, produksi dan pengembangannya berada di tangan Singgih Kartono. Pada tahun 2021, YBL mendampingi 388 Mama Bambu di 21 desa di 7 kabupaten di Flores serta berhasil menyemai dan merawat 2,5 juta bibit bambu.

Sebelumnya Presiden Jokowi sempat ke Kampus Bambu Turetogo, Ngada, NTT. Presiden berkesempatan berbincang dengan para Mama Bambu dan Singgih Kartono. Selanjutnya membeli satu unit Dalanrata (road bike) yang desainnya untuk penggunaan di jalan raya. Presiden pun memesan satu lagi untuk ia berikan ke PM Australia.

Sepeda Bambu Spedagi Tangguh dan Ramah Lingkungan

Spedagi merupakan sepeda dengan rangka (frame) terbuat dari bambu. Sedangkan unsur lainnya merupakan produk yang berkualitas dan diperoleh dari pasar. Meski terbuat dari bambu, kekuatan sepeda Spedagi tidak bisa dipandang remeh.

Seri Dalanrata sudah pernah pesepeda Indonesia gunakan untuk menyelesaikan event bersepeda jarak jauh paling bergengsi di dunia, yaitu Paris-Brest-Paris Randonneur 2019. Kedua pesepeda Indonesia (Salman Faridi dan Vidi Widyastono) yang menggunakan Dalanrata sukses melahap rute sepanjang 1.200 km. Dalanrata juga berhasil menyelesaikan tur sepeda Bentang Jawa dari Anyer ke Banyuwangi (1.400 km) pada 2022.

“Sepeda bambu itu kuat, secara visual lebih indah dan cantik dibandingkan material lainnya. Juga lebih nyaman karena bambu memiliki karakter menyerap getaran, sel-sel bambu itu seperti suspensi mikro,” ujar Singgih Kartono.

Singgih mulai merancang sepeda bambu pada 2013 seusai dia merasa “tertampar” melihat keberadaan sepeda bambu di sejumlah negara yang tidak memiliki bambu. Padahal Indonesia kaya dengan bambu, demikian pikirnya pada waktu itu.

Sepeda bambu ini sudah terkenal di kancah internasional. Foto: YBL

Gunakan Bambu dari Temanggung

Menggunakan potensi bambu yang tumbuh di desanya yakni di Temanggung, Jawa Tengah, Singgih kemudian mulai merancang dan memproduksi sepeda bambu di bawah bendera Spedagi. UMKM ini melatih dan mendidik pemuda desa untuk membuat sepeda bambu.

Dalam percaturan desain internasional, sepeda bambu Spedagi telah harum namanya. Pada 2018, sepeda bambu Spedagi meraih Gold Prize pada ajang bergengsi Good Design Award di Tokyo. Sepeda bambu Spedagi juga telah menjadi mata kuliah pilihan di lembaga pendidikan desain Tokyo Zokei University.

“Dalam konteks program bambu di Indonesia, kita membutuhkan simbol-simbol, ikon-ikon untuk membangkitkan kecintaan masyarakat kepada bambu. Produk-produk yang bagus dan keren, dari sisi fungsi maupun estetik, seperti sepeda bambu, akan memiliki peran penting dalam revitalisasi industri bambu berbasis desa,” paparnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top