Hari Batik, Komunitas Pesepeda Kenakan Batik Sambil Gowes

Reading time: 3 menit
Komunitas sepeda Bandung Raya berbatik
Komunitas Sepeda Bandung Raya berbatik dan gowes bersama dalam peringatan hari batik. Foto: Greeners

Jakarta (Greeners) – Komunitas pesepeda yang tergabung dalam Bike To Work (B2W) punya cara unik saat memperingati hari batik 2 Oktober 2021 kemarin. Mereka mengenakan batik sambil gowes. Cara ini sebagai sarana mengenalkan batik sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Bersepeda serentak sambil mengenalkan batik. Komunitas pengguna sepeda B2W di hampir 100 kota menggelar acara serupa sambal mengibarkan tagline terkait peringatan hari batik.

Ketua Umum B2W Indonesia Fahmi Saimima mengatakan, kegiatan serentak B2W sambal berbatik ini selain ingin memotivasi untuk tetap bergerak di tengah pandemi Covid-19 sekaligus juga mengenalkan batik sebagai kekayaan nusantara.

“Berbatik media objeknya. Dengan pakai batik, respek kepada hari batik nasional. Bersepeda memotivasi agar tetap bergerak, sehat dan penuh semangat. Bergembira spirit, semangat, dalam bersepeda,” kata Fahmi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/10).

B2W Indonesia dalam akun Twitternya menyebut, kegiatan bersepeda tersebut ingin mengenalkan batik sebagai bagian dan jati diri bangsa Indonesia. Dalam kesempatan gerakan bersama itu, B2W Indonesia memberikan sertifikat elektronik kepada komunitas yang berbatik, bersepeda dan bergembira.

Sejalan dengan motto terbaru B2W Indonesia, hari yang baik, semboyan itu merupakan ekspresi dari hal-hal baik yang bisa didapat, disiarkan dan ditularkan dari kegiatan peringatan hari batik tersebut.

Komunitas sepeda Bandung Raya bentangkan spanduk

Komunitas Sepeda Bandung Raya ingin dorong semangat gowes di tengah pandemi Covid-19. Foto: Greeners

Hari Batik Bangkitkan Ekspresi Komunitas Pesepeda

B2W Indonesia tidak sendiri, ada berbagai komunitas pesepeda lain yang memiliki kegiatan berbeda dalam peringatan hari batik. Namun Fahmi justru ikut mengapresiasinya.

“Semua daya kreativitas kami hargai. Yang penting punya visi yang sama membangkitkan kembali budaya bersepeda di negeri ini,” ucapnya.

Karena masih dalam suasana pandemi, kegiatan bersepeda dalam peringatan hari batik berlangsung tertib dengan penerapan ketat protokol kesehatan. Peserta disiplin memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci atau membersihkan tangan.

B2W Indonesia adalah perkumpulan penggemar kegiatan pergi bekerja menggunakan transportasi sepeda. Saat ini mulai banyak orang di kota besar yang mulai mencoba mencapai tempat bekerja menggunakan alat transportasi ramah lingkungan sekaligus menyehatkan.

Dalam kegiatan bersepeda bersama kemarin, rute yang dilalui pesepeda B2W yakni Rumah Sepeda Indonesia lalu ke Jalan Veteran, Jalan Sisingamaraja, Bunderan HI, Jalan MH Thamrin, Bunderan Patung Kuda, Balai Kota DKI Jakarta, Jalan MH Thamrin, Jalan Prof. Dr. Satrio Kuningan, Kota Kasablanca, Jalan Abdullah Syafe’i dan Mal Bassura City Jakarta Timur sejauh 26 kilometer.

Komunitas Sepeda Bandung Raya antusias berbatik

Komunitas Sepeda Bandung Raya ingin bersepeda jadi budaya transportasi. Foto: Greeners

Komunitas Pesepeda Bandung Raya Antusias Gowes dan Berbatik

Kegiatan gowes sambil berbatik pun semarakkan Komunitas Pesepeda Bandung Raya. Hampir 500 pesepeda yang tersebar di sejumlah titik juga bergowes sambil mengenakan batik. Saat ini Komunitas pesepeda di Bandung Raya mencapai 278 komunitas. Dalam kegiatan di Sabtu (2/10) para pesepeda tetap mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

Perwakilan Forum Komunikasi Sepeda Bandung Raya Cucu Hambali mengatakan, sekitar 71 komunitas dan ada pula pesepeda mandiri bergabung dalam kegiatan bersepeda bersama saat peringatan hari batik.

“Antusiasmenya sangat luar biasa dan acara ini berjalan lancar, karena ingin gowes bersama,” katanya ditemui Greeners di Bandung, Sabtu (2/10).

Cucu berharap, pandemi Covid-19 segera menjadi endemi sehingga kerinduan pesepeda untuk gowes dan mengelar berbagai kegiatan lain kembali normal. Sebab tambahnya, kegiatan bersepeda semakin marak di kota-kota.

“Ke depannya saya berharap bersepeda ini tidak hanya menjadi budaya tetapi juga menjadi budaya dalam bertransportasi,” ungkap Cucu.

Penulis : Ihya Afayat

Top
You cannot copy content of this page