YKAN Dukung Upaya Pemerintah Lindungi Mamalia Terdampar

Reading time: 2 menit
YKAN mendukung pemerintah dalam melindungi mamalia terdampar. Foto: YKAN
YKAN mendukung pemerintah dalam melindungi mamalia terdampar. Foto: YKAN

Jakarta (Greeners) – Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) mendukung pemerintah dalam melindungi mamalia terdampar. Hal itu YKAN lakukan melalui pelatihan penanganan mamalia dan biota laut jenis dilindungi. Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP) melalui Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (PSPL) Sorong.

Pelatihan berlangsung pada 28–30 November di Saoka Beach Resort, Sorong, Papua Barat Daya. Tema kegiatan ialah “Bimbingan Teknis dan Pelatihan Penanganan Kejadian Mamalia dan Biota Laut Jenis Dilindungi Terdampar”.

Pelatihan itu bertujuan untuk mengidentifikasi mamalia laut, perlindungan mamalia laut secara umum, dan tata cara penanganan mamalia laut terdampar. Ada pula teknik pelaporan data dan informasi bagi mamalia laut terdampar.

BACA JUGA: Balai Konservasi Identifikasi Penyebab Kematian Paus Biru di Kupang

“Bimbingan teknis terkait penanganan kejadian mamalia dan biota laut terlindungi yang terdampar ini sangat penting. Sebab, wilayah perairan Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) menjadi alur migrasi mamalia dan biota laut lainnya. Sehingga, banyak kami temui kejadian keterdamparan,” kata Ahli Pertama Loka PSPL Sorong, Prehadi.

Prehadi menjelaskan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya untuk melindungi dan melestarikan biota laut yang terancam punah, langka, dan dilindungi (endangered, threated and protected–ETP). Misalnya, duyung (dugong), berbagai jenis penyu, pari manta, beberapa jenis hiu, dan lumba-lumba. Selain itu, pelatihan juga bisa melindungi habitat penting dan keanekaragaman hayati ekosistem pesisir dan laut.

Masih Banyak Pelanggaran Hukum terhadap Satwa Laut

Prehadi menambahkan, meskipun satwa-satwa laut ini mendapat perlindungan lewat sejumlah aturan, tetapi masih banyak satwa yang terdampar di perairan.

“Di samping itu, masih banyak pelanggaran hukum terhadap jenis biota terlindungi tersebut. Hal ini yang mendorong kami untuk selalu berupaya dalam penyadartahuan masyarakat pesisir yang berkaitan langsung dengan biota laut,” terang Prehadi.

Sejumlah pihak mengikuti pelatihan ini. Di antaranya kepolisian, kelompok masyarakat pengawas, masyarakat hukum adat, nelayan, dan pegian konservasi. Kegiatan berisi pemaparan materi terkait peraturan dan situasi terkini mengenai konservasi mamalia laut dan spesies lainnya.

Peserta pelatihan juga diajarkan tentang identifikasi spesies mamalia laut, pengenalan mamalia laut yang kerap terdampar di Indonesia. Lalu, mengenai tata cara pengumpulan data live stranding mamalia laut, aspek medis dari terdamparnya mamalia laut, hingga sesi praktik penyelamatan.

YKAN mendukung pemerintah dalam melindungi mamalia terdampar. Foto: YKAN

YKAN mendukung pemerintah dalam melindungi mamalia terdampar. Foto: YKAN

Masyarakat Perlu Ikut Menangani Mamalia Terdampar

YKAN berharap masyarakat bisa ikut terlibat membantu pemerintah. Khususnya, dalam menangani kejadian terdamparnya mamalia dan biota laut terlindungi di wilayah Perairan BLKB.

“Dengan penanganan tepat, kesempatan hidup mamalia terdampar dapat meningkat dan risiko kematiannya berkurang. Kami berharap bimbingan teknis ini mampu meningkatkan kemandirian, kecakapan, dan kesadaran akan pentingnya melindungi mamalia laut dan biota laut lainnya,” ujar Manajer Senior Bentang Laut Kepala Burung YKAN, Lukas Rumetna.

BACA JUGA: Belasan Ekor Paus Pilot Ditemukan Terdampar di NTT

Selain itu, pelatihan ini juga memberikan banyak manfaat bagi pihak kepolisian. Sebab, kepolisian menjadi kelompok yang terlibat dalam penanganan satwa terdampar tersebut.

“Pelatihan ini sangat tepat untuk kami terapkan di lapangan. Terutama, bagi pihak kepolisian yang selama bertugas kerap menerima informasi terkait mamalia laut yang terdampar. Melalui pelatihan ini, kami dan nelayan mendapatkan bekal dan mekanisme penanganan yang tepat saat terjadi kondisi tersebut,” tutup Kapolsek Misool, Suhardi.

 

Penulis: Dini Jembar Wardani

Editor: Indiana Malia

Top