Aktivitas Gunung Sinabung Terus Meningkat, Status Masih Siaga III

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih terus mengeluarkan awan panas dalam sebulan terakhir. Kemarin, Minggu (05/10), lontaran awan panas terjauh hingga mencapai 4.500 meter atau 4,5 kilometer ke arah selatan.

Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung dengan tinggi 2.645 meter di atas permukaan laut itu telah mengalami beberapa kali erupsi sehari kemarin.

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, erupsi pertama terjadi pada pukul 01.46 WIB. Sinabung mengeluarkan awan panas guguran dari puncak dengan jarak luncur sejauh 4.500 meter ke arah Selatan disertai embusan abu vulkanik setinggi 2.000 meter dengan lama erupsi 263 detik.

“Yang kedua terjadi pukul 06.38 WIB dengan jarak luncuran awan panas hanya 2.500 meter,” terang Sutopo, Jakarta, Senin (06/10).

Selanjutnya, erupsi yang ketiga terjadi pukul 07.36 WIB selama 158 detik disertai dengan guguran awan panas sejauh 3.000 meter, dan pukul 07.53 WIB Sinabung kembali mengeluarkan awan panas sejauh 4.500 meter dengan embusan abu vulkanik setinggi 3.000 meter dan lama erupsi 229 detik.

Walaupun aktivitas Gunung Sinabung meningkat, Sutopo menyatakan status bahayanya masih tetap Siaga di level III. Menurutnya, tingkat erupsi yang terjadi di Sinabung masih dalam kondisi aman dan statusnya pun belum perlu ditingkatkan.

“Hingga saat ini, tidak ada penambahan pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung. Kondisi masyarakatnya masih normal kok,” jelasnya.

Sebagai informasi, sebelum meletus pada tanggal 29 Agustus 2010 lalu, Gunung Sinabung dikenal tidak aktif selama 400 tahun. Namun, semenjak letusan di akhir Agustus itu, gunung ini akhirnya terus meletus beberapa kali.

Sejauh ini tercatat 17 orang tewas akibat dampak letusannya. Data BNPB menyebutkan, di awal letusan Gunung Sinabung, pemerintah harus mengungsikan sekitar 20.000 penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung di Kabupaten Karo dan Langkat, Sumatera Utara.

Sejumlah laporan menyebutkan, saat ini pengungsi yang bertahan di lokasi pengungsian tersisa sekitar 1.500 orang, sementara lainnya memilih mengungsi ke tempat lainnnya yang dianggap aman.

(G09)

Top
You cannot copy content of this page