Antisipasi Banjir, DKI Anggarkan Rp582,8 Miliar Untuk Pembebasan Lahan

Reading time: 2 menit
Antisipasi Banjir, DKI Anggarkan Rp582,8 Miliar Untuk Pembebasan Lahan

Jakarta (Greeners) – Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan untuk normalisasi empat sungai sebesar Rp582,8 miliar. Keempat kali yang akan dinormalisasikan adalah Kali Pesanggrahan, Kali Angke, Kali Sunter dan Kali Ciliwung.

“Normalisasi keempat sungai ini merupakan salah satu langkah untuk penanggulangan banjir yang akan kami lakukan. Sebenarnya banyak yang harus dilakukan mulai dari perbaikan saluran, penataan pemukiman, pengerukan sungai, normalisasi dan program lainnya,” kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang lebih akrab dipanggil Jokowi,di Balaikota DKI, pada Senin (18/2).

Jokowi mengatakan Pemprov DKI bertanggung jawab terhadap pembebasan lahan, sedangkan pengerjaan fisik normalisasi yang merupakan pengerukan dan pelebaran badan sungai menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum.

Dinas PU DKI Jakarta memprogramkan pembebasan lahan di empat kali yang dilakukan dengan sistem  multiyears dalam dua atau tiga tahun anggaran.

Untuk tahun ini, anggaran pembebasan lahan yang disiapkan mencapai Rp582,8 miliar, dengan rincian untuk pembebasan lahan di Kali Pesanggrahan sebesar Rp208,2 miliar, Kali Angke Rp58,2 miliar, Kali Sunter Rp108,2 miliar dan Kali Ciliwung Rp208,2 miliar.

Hingga saat ini, Pemprov DKI masih melakukan pendataan jumlah luas lahan yang akan dibebaskan untuk normalisasi ini di empat kali. Pembelian lahan tetap akan berdasarkan nilai objek pajak (NJOP) atau berdasarkan taksiran dari appraisal.

“Jika nilai anggaran ini tidak mencukupi untuk membebaskan semua lahan yang akan dibebaskan, maka pembebasan lahan akan dilanjutkan lagi di tahun mendatang,” jelas Jokowi.

Dalam APBD DKI 2013, Dinas PU DKI mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp2,59 triliun. Dari total tersebut, sebanyak Rp1,12 triliun dianggarkan untuk pembangunan di bidang sumber daya air (SDA). Bidang ini menanggulangi ancaman banjir di kawasan DKI Jakarta, baik untuk pembebasan lahan maupun untuk pekerjaan fisik.

Untuk pekerjaan fisik dianggarkan sebanyak Rp541 miliar. Bentuk pekerjaan fisik itu salah satunya untuk pengerjaan sheet pile (dinding tanggul) di beberapa saluran air, pembangunan gorong-gorong dan lain sebagainya.

Sebelumnya Jokowi menekankan kepada jajarannya untuk memprioritaskan program pembebasan lahan sehingga anggarannya dapat terserap dengan baik. Sebab, pada APBD DKI 2012 anggaran pembebasan lahan tidak terserap seluruhnya, sehingga mengakibatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sebesar Rp8,4 triliun (G06).

Top

You cannot copy content of this page