Asia Konsumen Tertinggi Gading Gajah Di Dunia

Reading time: 2 menit

Jakarta (Greeners) – Bertepatan dengan Hari Bumi 2014, model dan bintang iklan, Nadya Hutagalung yang beberapa tahun terakhir telah cukup banyak terlibat dalam gerakan lingkungan hidup meluncurkan proyek terbarunya dengan nama Let Elephants Be Elephants (LEBE) di sebuah hotel di Jakarta hari ini (22/4). Dalam acara ini hadir pula Desi Anwar, Dr. Tammie, dan Ernest Hariyanto.

Sejak 2006 perburuan gajah akibat tingginya permintaan penggunaan gading meningkat pesat. Hampir 100 gajah di Afrika setiap hari dibunuh untuk diambil gadingnya. LEBE merupakan sebuah aksi nyata dalam meningkatkan kesadaran mengenai hubungan antara permintaan gading gajah di Asia dengan ancaman berkurangnya populasi gajah di Afrika.

Kampanye Let Elephants Be Elephants ini akan diawali dengan pemutaran film dokumenter berjudul sama di saluran televisi berbayar National Geographic Channel yang akan ditayangkan selama bulan April dan Mei. Tayangan dengan durasi 30 menit ini membawa penonton pada perjalanan luar biasa para penyelamat gajah berjuang menyelamatkan populasi gajah terakhir di Afrika.

Dalam mewujudkan proyek ini, sejak akhir tahun 2012 Nadya, yang juga seorang WWF Elephant Warrior, bekerjasama dengan Dr. Tammie Matson, pelestari satwa liar asal Australia yang memiliki hasrat besar terhadap Afrika dan semua satwa liar didalamnya terutama gajah.

“Awalnya, saya sungguh tidak mengetahui bahwa konsumsi gading gajah sangat berpengaruh terhadap penurunan populasi gajah di dunia. Baru sampai Tammie mengajak saya ke Afrika, saya mengetahui bahwa ini sangat buruk. Apalagi, ketika terungkap bahwa Asia adalah konsumen tertinggi gading gajah di dunia” jelas Nadya.

Selama perjalanan di Afrika, Nadya dan Tammie mewawancarai beberapa ahli konservasi gajah dunia. Termasuk Richard Bonham dari Big Life Foundation, Dr. Cynthia Moss dari Amboseli Trust For Elephants yang telah meneliti gajah selama 45 tahun terakhir, Dr Iain Douglas-Hamilton dari Save The Elephants, salah satu otoritas terkemuka untuk isu gajah dan Dame Daphne Sheldrick dari David Sheldrick Wildlife Trust yang telah menyelamatkan ratusan anak gajah tanpa induk akibat perburuan.

“Keadaan ini akibat adanya permintaan. Jika kita semua bersama-sama menghentikannya, maka kita dapat memperbaiki keadaan ini,” imbau Dr. Tammie. Ia juga menambahkan bahwa saat kita memilih untuk tidak membeli produk yang terbuat dari gading gajah, maka masih akan ada masa depan bagi gajah di alam.

Film dokumenter ini diprodusi Ernest Hariyanto dan akan tayang perdana pada Rabu, 23 April 2014 pukul 18.00 WIB di National Geographic Channel dan Jumat, 25 April pukul 09.30 WIB di Nat Geo Wild.

(G03)

Top

You cannot copy content of this page