Badan Restorasi Gambut Terima Dana 50 Juta Dolar dari Pemerintah Norwegia

Reading time: 1 menit
Lahan gambut. Foto: Wakx/flickr.com

Jakarta (Greeners) – Badan Restorasi Gambut (BRG) akan menerima kucuran dana dari Pemerintah Norwegia sebagai bentuk dukungan untuk merestorasi lahan gambut yang terbakar pada tahun 2015. Langkah ini sesuai dengan yang tercantum di dalam Letter of Intent (LoI) guna melaksanakan rencana pengurangan emisi gas rumah kaca dari deforestrasi, degradasi hutan dan lahan gambut (REDD) di Indonesia.

Kepala BRG Nazir Foead, menyatakan, besaran dana yang akan diberikan oleh pemerintah Norwegia sekitar 50 juta dolar AS dan dana itu akan digunakan hingga akhir 2016. Kucuran dana tersebut merupakan bagian dari fase ke dua implementasi LoI REDD Indonesia-Norwegia.

“Dana 50 juta dolar AS itu akan turun dengan dua kali mekanisme. Teknis detilnya masih akan didiskusikan seperti apa,” katanya, Jakarta, Kamis (04/01).

BACA JUGA: Data Peta Berbeda-beda, Badan Restorasi Gambut Tetap Jalan

Sebelumnya, Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Vidar Helgesen, usai bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan sangat ingin membantu proses pembentukan hingga persiapan operasi BRG dalam merestorasi lahan gambut yang terbakar pada tahun 2015.

“Kami sudah bicara dengan Pak Nazir (Kepala BRG) kemarin untuk membantu BRG beroperasi,” tuturnya.

Selain itu, pada pelaksanaan Festival Iklim 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Duta Besar Amerika Serikat Robert Blake menyatakan pemerintah Amerika berencana berinvestasi sebesar 47 juta dolar AS untuk konservasi hutan dan perencanaan penggunaan lahan.

BACA JUGA: Badan Restorasi Gambut Akan Berkoordinasi dengan Kalangan Pengusaha

Blake menjelaskan sebelumnya pemerintah Amerika telah berinvestasi sebesar 24 juta dolar AS untuk kebijakan penggunaan lahan dan advokasi konservasi, 19 juta dolar AS untuk adaptasi terhadap perubahan iklim, 19 juta dolar AS untuk energi bersih, serta 5 juta dolar AS untuk penelitian hutan.

“Kami sangat mendukung program-program perubahan iklim di Indonesia,” tandasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top