Benarkah, 115 Pulau di Indonesia Bakal Tenggelam di Tahun 2100?

Reading time: 2 menit
Kenaikan permukaan air laut yang terus terjadi bakal menenggelamkan pulau-pulau. Foto: ilustrasi Greeners

Jakarta (Greeners) – Dampak perubahan iklim tak hanya mengancam lingkungan. Akan tetapi juga mengancam eksistensi pulau-pulau kecil di Indonesia karena kenaikan muka air laut. Bahkan, berdasarkan proyeksi, 115 pulau berukuran kecil di Indonesia akan tenggelam akibat kenaikan muka air laut pada tahun 2100 nanti.

Dilansir Phys, permukaan laut naik secara global sekitar 21- 24 sentimeter sejak praindustri. Laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), baru-baru ini menyatakan bahwa permukaan laut global telah meningkat dengan kecepatan yang sangat cepat. Sebagai negara kepulauan, Indonesia harus mewaspadai ancaman ini.

Peneliti Riset bidang Meteorologi Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan mengatakan, perubahan iklim berimbas pada mencairnya es di tanah Arktik dan Kutub Utara menyebabkan kenaikan muka air laut global.

“Kenaikan air laut global itu 3 milimeter per tahun dari tinggi muka laut. Ini tentu saja harus menjadi perhatian. Kenaikan muka air lautnya berapa saat ini dan perbandingannya seperti apa,” katanya kepada Greeners, Selasa (24/1).

Eddy menambahkan, data laporan IPCC tersebut seharusnya disandingkan dengan data institusi di bawahnya seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sebab, data IPCC terlalu global, sedangkan dampak dari fenomena kenaikan muka air laut dampaknya langsung terasa. Nasib pulau-pulau kecil yang terancam ini, seperti Bali, Mentawai, Maluku hingga Nias.

Pesisir Tenggelam

Pesisir Utara Jawa terancam tenggelam karena perubahan iklim dan penurunan muka tanah. Foto: Shutterstock

Waspadai Land Subsidence 

Selain banyak pulau yang tenggelam, ancaman berdasarkan pantauan satelit, wilayah rawan fenomena ini yaitu kawasan pantura di Jakarta, dan Jawa Tengah serta kawasan gambut seperti Kalimantan Selatan.

Ia menambahkan khusus di Indonesia, proyeksi 115 pulau akan tenggelam tersebut bisa lebih cepat maupun lebih lambat. Pasalnya, ada hal serius yang tak boleh terlewatkan, yaitu penurunan muka tanah (land subsidence) yang turut memperparah tenggelamnya pulau-pulau di Indonesia.

Pasalnya, mencairnya kutub terutama akan berdampak pada kawasan lintang tinggi. Sementara Indonesia terletak di daerah ekuator. “Ancaman penurunan tanah ini dua kali lipat lebih besar. Artinya ini lebih serius daripada kenaikan muka air laut,” kata dia.

Menurutnya, tak harus menunggu beberapa tahun lagi ke depan untuk membuktikan ini, karena sekarang banjir rob terjadi di mana-mana. Bahkan wilayah yang sebelumnya tak kena banjir rob, saat ini kena.

Berdasarkan pemeringkatan, tiga wilayah dengan penggunaan air tanah di Indonesia terbesar yaitu Pekalongan, Semarang, dan Jakarta. “Kita lihat di Jakarta, kalau pemakaian air tanah masih berlanjut maka akan lebih cepat menenggelamkan Jakarta,” imbuhnya.

Ia menekankan, pentingnya upaya mitigasi dengan memastikan pembangunan rumah jauh dari wilayah pantai, dengan jarak minimal 500 meter. Selain itu juga harus melakukan upaya restorasi kawasan pesisir serta menghijaukan hutan mangrove serta memasang pompa untuk daerah yang lebih rendah dari permukaan laut.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin

Top

You cannot copy content of this page