BNPB: Kebakaran Gunung Lawu Akibat Api Unggun yang Belum Dipadamkan

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerangkan kronologi peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di Lereng Gunung Lawu sekitar kawasan Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Minggu (18/10) lalu. Dalam kebakaran gunung ini, enam orang pendaki tewas dan dua orang lainnya terluka.

Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh perapian atau api unggun dari pendaki gunung yang ditinggal dan belum dipadamkan.

“Telah terjadi kebakaran hutan akibat api unggun dari pendaki gunung yang ditinggal dan belum dipadamkan,” jelasnya, Jakarta, Senin (19/10).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.40 WIB di petak 73 KPH Gunung Lawu tersebut, menurut Sutopo, sempat terdeteksi oleh penduduk setempat pada pukul 08.00 WIB, Minggu pagi. Penduduk melihat kepulan asap di sekitar Pos Tiga Semoro Sewu. Upaya pemadaman pun sempat dilakukan oleh petugas gabungan dan masyarakat.

“Nah, pukul 13.40 WIB tim gabungan yang sedang menuju tempat kejadian mendapatkan informasi dari pendaki bernama Mansur Salim (46 Th), bahwa ia telah menolong satu orang pendaki di antara Pos Empat dan Pos Tiga bernama Dita Kurniawan (18 Th). Dari Dita itulah tim mendapat informasi bahwa ada delapan orang korban lagi yang masih terjebak di atas (hutan),” katanya lagi menceritakan.

Pada pukul 14.20 WIB, tim gabungan berhasil menemukan satu orang korban bernama Eko Nurhadi (45 Th) dalam keadaan luka bakar yang mencapai 50 persen atau mengalami luka pada bagian perut, tangan dan wajah. Selanjutnya, pada pukul 14.30 WIB, Eko berhasil dievakuasi menuju Pos Satu pemberangkatan hingga selanjutnya korban dievakuasi menuju RSUD DR Sayidiman Magetan.

Informasi terakhir, kata Sutopo melanjutkan, sampai dengan pukul 18.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), komunitas Anak Gunung Lawu (AGL) dan juga dibantu Masyarakat Cemoro Sewu dan Singolangu masih terus melakukan penyisiran dan evakuasi.

“Hasil penyisiran sementara sampai dengan saat ini diperoleh infomasi bahwa korban kebakaran hutan yang terjadi diantara Pos Tiga dan Pos Empat berjumlah delapan orang dengan rincian enam orang meninggal dan dua orang dalam kondisi kritis,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pos pendakian Cemoro Sewu sebenarnya telah ditutup sejak hari Jumat, tanggal 16 Oktober 2015, dengan alasan sempat terlihat asap di sekitar Pos Lima namun telah di padamkan. Sedangkan jalur pendakian melalui Cemoro Kandang Tawangmangu, Jawa Tengah, tidak ditutup sehingga para pendaki bisa naik melalui jalur tersebut.

Dita Kurniawan, salah satu korban yang selamat, mulai mendaki pada hari Sabtu, tanggal 17 Oktober 2015, melalui jalur Cemoro Kandang bersama 13 orang pendaki lainnya. Namun 11 orang temannya yang lain masih belum diketahui keberadaanya karena terpisah dalam perjalanan.

Penulis: Danny Kosasih

Top