BPS Prioritaskan Pendataan Luas Pertanian Seluruh Indonesia

Reading time: 1 menit
bps
Ilustrasi: pixabay.com

Jakarta (Greeners) – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan akan menjadikan perhitungan data pangan nasional sebagai prioritas, khususnya dalam mencapai target ketahanan pangan nasional. Saat ini upaya menghitung data pangan masih terus dimatangkan, terutama dalam mengukur luasan panen padi.

Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan resminya mengatakan, nantinya, BPS akan mulai membenahi metodologi pendataan luas lahan pertanian di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk menghasilkan angka ramalan panen padi dengan tepat.

BACA JUGA: KLHK Klaim Pulihkan 4 Juta Hektar Hutan Indonesia

“Hingga saat ini kita memang masih berkutat pada persoalan bagaimana mengukur luas panen. Jadi sekarang targetnya bagaimana mengubah metodologinya menjadi metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan. Ke depan kita akan menggunakan pendekatan kerangka sampel area,” terang Suhariyanto,” Jakarta, Rabu (28/12).

Pendekatan kerangka sampel area ini, lanjutnya, dilakukan dengan menggunakan peta lahan baku karya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), peta dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, dan peta Kementerian Agraria/Badan Pertanahan Nasional.

BACA JUGA: Puluhan Insinyur Pertanian Palestina Belajar Pertanian Hidroponik di Malang

Namun yang menjadi tantangan pendekatan kerangka sampel area tersebut, menurut Suhariyanto, adalah luas lahan pertanian di Indonesia yang berukuran kecil dan di beberapa daerah lahan pertaniannya berada di perbukitan serta pegunungan.

Suhariyanto menambahkan, pendekatan yang dilakukan Indonesia selama ini masih berfokus menghitung data-data statistik dasar. Seperti pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran, inflasi, dan ekspor/impor yang semuanya mengacu pada standar yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Padahal ada permasalahan data produksi pertanian yang butuh perhatian serius,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top