Empat Alasan Jakarta Tidak Mengalami Banjir Besar Tahun Ini

Reading time: 2 menit
Foto: Arief Muslimin/flickr.com

Jakarta (Greeners) – Puncak musim hujan yang jatuh pada bulan Februari hingga Maret di tahun 2016 ternyata tidak memberikan dampak signifikan terhadap banjir di Ibukota. Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Nirwono Joga mengatakan bahwa ada empat kemungkinan mengapa banjir Jakarta tidak terjadi pada tahun ini.

Pertama, kata pria yang akrab disapa Yudi ini, adalah karena curah hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Tanggerang, Depok dan Bekasi (Jabodetabek) hanya 100 hingga 150 mm/jam yang mana pada saat puncak banjir, curah hujan bisa mencapai 300 hingga 350 mm/jam.

“Kedua, distribusi hujan di wilayah Jabodetabek tidak merata sehingga tanah masih bisa meresapkan air tidak jenuh yang mengakibatkan saluran air tidak meluap. Jika hujan turun secara merata dan di waktu yang bersamaan, maka bisa dipastikan tanah akan jenuh dan saluran air akan meluap menggenangi jalan,” katanya kepada Greeners, Jakarta, Rabu (06/04).

Selain itu, wilayah di kota-kota penyangga Jakarta seperti Bekasi, Bogor, Depok dan Tanggerang tidak diguyur hujan besar dalam waktu bersamaan sehingga tidak ada banjir kiriman dari Puncak, Bogor dan air sungai pun tidak meluap. Terakhir, lanjutnya, laut pantai utara Jakarta juga sedang tidak pasang sehingga aliran sungai dapat mengalir ke laut.

“Jadi kurang tepat kalau tahun ini Jakarta tidak banjir karena saluran airnya sudah berfungsi dengan baik. Apalagi kalau dibilang karena sungainya sudah dinormalisasi. Jakarta sedang diselamatkan oleh alam saja karena ujian sebenarnya baru bisa kita lihat tahun depan saat siklus banjir lima tahunan datang. Apakah Jakarta sudah siap?” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Deputi Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto mengatakan bahwa bulan Februari 2016 menjadi puncak curah hujan dari musim penghujan ini. Meskipun intensitasnya tidak merata. Hal ini disebabkan setiap wilayah memiliki karakteristik tersendiri dalam mempengaruhi intensitas hujan.

“Prediksinya hujan masih akan terjadi sepanjang bulan Maret meskipun intensitasnya lama-lama akan menurun. April nanti diprediksi curah hujan sudah kembali memasuki taraf sedang hingga rendah,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top