ESDM: Rumah Tangga Adalah Sektor Paling Boros Energi

Reading time: 1 menit
Foto: Oregon State University/flickr.com

Jakarta (Greeners) – Potensi pemborosan energi di Indonesia ternyata masih didominasi oleh sektor rumah tangga. Direktur Konservasi Energi, Ditjen Energi Baru dan Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Farida Zed mengatakan salah satu penyebab borosnya konsumsi energi pada sektor rumah tangga adalah perilaku penggunaan energi yang tidak efisien dan tidak sesuai kebutuhan.

“Bahkan hingga saat ini, angka penghematan energi setingkat RT saja hanya 10 persen hingga 35 persen,” terangnya kepada Greeners, Jakarta, Rabu (31/08).

BACA JUGA: Pemerintah Diminta Segera Membuat Peta Sumber Daya Energi Baru Terbarukan

Energi merupakan kebutuhan mendasar manusia selain pangan dan air karena hampir seluruh aspek kehidupan manusia membutuhkan energi. Asumsi paling dasar yang bisa dikaitkan, lanjutnya, adalah semakin sejahtera masyarakatnya, maka akan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan energi untuk mengoperasikan peralatan-peralatan yang menggunakan energi.

“Untuk itu perubahan perilaku menjadi penting. Untuk mengubah perilaku tersebut, salah satu cara yang efektif adalah melalui pembiasaan atau sering juga disebut learning by doing untuk mulai melakukan penghematan energi paling tidak dalam lingkup rumah tangga,” ujarnya menerangkan.

BACA JUGA: PGN Tambah 110.000 Sambungan Gas Bumi untuk Rumah Tangga

Menurut Farida, saat ini sekitar 95% kebutuhan energi nasional dipenuhi dari energi fosil dan sisanya dipenuhi dari energi terbarukan. Apalagi jika melihat ke depan, kebutuhan energi fosil diprediksi masih akan terus meningkat. Padahal cadangan minyak dan gas bumi semakin menurun yang menyebabkan permasalahan pasokan energi semakin kompleks.

“Bila demikian, generasi mendatang dipastikan akan berhadapan dengan situasi yang lebih sulit lagi dibandingkan dengan situasi yang dihadapi generasi saat ini jika dari sekarang tidak dibiasakan untuk melakukan penghematan energi,” katanya.

Penulis: Danny Kosasih

Top