Pemerintah Diminta Segera Membuat Peta Sumber Daya Energi Baru Terbarukan

Reading time: 2 menit
energi baru terbarukan
Ilustrasi: greeners.co

Jakarta (Greeners) – Peluang Indonesia untuk terus mengembangkan potensi penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) masih terbuka lebar. Untuk itu, pemerintah diminta agar sesegera mungkin memiliki peta sumber daya EBT yang diperkirakan sangat melimpah di berbagai daerah.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM William Sabandar mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mendorong pembuatan peta sumber daya EBT tersebut dan diharapkan dapat rampung dalam waktu satu tahun.

“Nantinya Kementerian ESDM akan menjadi leading sector yang kemudian akan berintegrasi dengan banyak pihak seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” jelasnya, Jakarta, Jumat (26/08).

BACA JUGA: Pemerintah Belum Sepenuhnya Memaksimalkan Potensi Energi Terbarukan

Kebutuhan akan tersedianya pemetaan lokasi yang berpotensi memiliki sumber daya EBT sudah sangat dibutuhkan. Pasalnya, investasi EBT dalam tingkat global sedang meninggi seiring murahnya komponen baterai sebagai media penyimpan cadangan listrik dan adanya kecenderungan menggantikan energi berbahan dasar fosil.

Ia pun memberikan perbandingan harga EBT di Tiongkok yang mengandalkan matahari dan angin dapat mencapai 5-7 sen per kWh. Sedangkan di Indonesia yang mengandalkan energi batu bara dapat mencapai 8-9 sen per kwh.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyatakan bahwa saat ini, pola konsumsi masyarakat sudah harus beralih menjadi pola konsumsi yang berkelanjutan karena hal ini sangat berkaitan dengan ketersediaan sumber daya energi Indonesia di masa depan.

“Kami mendukung pengembangan EBT di Indonesia. Oleh karena itu, YLKI meminta pemerintah tidak ragu menyubsidi sektor EBT,” tuturnya lagi.

BACA JUGA: Swiss Tertarik Berinvestasi pada Bidang Energi Terbarukan di Indonesia

Sebagai informasi, hingga saat ini, wilayah-wilayah provinsi berbasis kepulauan masih memiliki potensi yang sangat besar untuk menghasilkan tenaga angin, arus laut, mikrohidro, dan tenaga surya sebagai sumber utama pengembangan EBT. Namun sejauh ini, belum banyak pengusaha yang melirik berbagai sektor tersebut untuk berinvestasi karena memerlukan dukungan modal yang cukup besar.

Tulus menyatakan, saat ini pengembangan EBT hanya bisa dilakukan di berbagai pulau sesuai dengan potensi yang ada di tiap daerah, misalnya pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Ulumbu, Kabupaten Manggarai dan Mataloko, Kabupaten Ngada.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page