Hadapi Gagal Panen, Petani Butuh Subsidi Pemerintah

Reading time: 1 menit
Ilustrasi: pixabay.com

Jakarta (Greeners) – Kemarau panjang yang melanda hampir seluruh daerah di Indonesia telah menyebabkan kekeringan dan krisis air. Keadaan ini juga semakin memperparah kehidupan petani.

Menurut Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), setidaknya terdapat 721 Kecamatan dari 16 Propinsi di Indonesia yang mengalami kekeringan. Selain itu, terdapat 3,3 juta hektar sawah mengalami kekeringan dan gagal panen yang menyebabkan kerugian mencapai 79,2 triliun rupiah. Selain itu, sebagian masyarakat sudah mengalami krisis air bersih.

Rahmat Ajiguna, Sekertaris Jenderal AGRA, menilai bahwa kekeringan yang melanda Indonesia ini merupakan bencana nasional. Oleh karena itu, Rahmat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk mengatasinya.

“Kami menyayangkan kebijakan pemerintah dalam menangani masalah ini tidak praktis. Langkah pemerintah karena tidak melalui Kementerian Pertanian yang mengeluarkan anggaran sekitar 100 milyar untuk pengadaan 40.000 mesin pompa air dalam situasi kekeringan tidak menjawab secara langsung masalah yang dihadapi oleh petani,” jelasnya kepada Greeners, Jakarta, Senin (10/07).

Saat ini, terangnya, petani banyak yang mengalami kerugian karena gagal panen. Namun, disisi lain petani tetap harus dapat bertahan hidup. Oleh karena itu, lanjut Rahmat, pemerintah harus mengambil langkah untuk segera memberikan bantuan langsung kepada petani yang mengalami gagal panen berupa subsidi langsung agar petani bisa makan dan memiliki modal untuk bertani.

Untuk kebijakan pengadaan pompa air, Rahmat mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak cocok untuk saat ini. Ia menghawatirkan kebijakan ini akan membuka peluang untuk terjadinya penyelewengan dan korupsi, terlebih ditengah sedang menghadapi pemilukada serentak.

“AGRA memberikan perhatian khusus atas masalah ini. Pimpinan pusat AGRA menyerukan kepada seluruh organisasi disemua tingkatan agar segera mengambil langkah untuk memperjuangkan hak petani mendapatkan bantuan dari pemerintah sebagai akibat dari gagal panen,” tutupnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top