Hemat Energi Di Kantor Pemerintah

Reading time: 1 menit

Jakarta (Greeners) – Pada Senin (20/10/2014), Indonesia telah memiliki pemimpin baru. Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI dengan masa jabatan 2014-2019. Terpilihnya Jokowi dan JK diharapkan banyak pihak akan membawa arah yang lebih baik tidak hanya soal pemerintahan, namun juga terkait lingkungan hidup.

Ada hal yang menarik yang disampaikan oleh Jusuf Kalla pada saat dirinya ditemui oleh wartawan satu hari setelah resmi dilantik. Ia mengingatkan agar di lingkungan Istana Presiden dan kantor-kantor pemerintahan untuk melakukan penghematan energi, salah satunya dengan mengatur suhu pendingin ruangan atau air conditioner (AC).

“Ada penghematan energi secara bersamaan, karena itu AC harus 25 derajat Celcius. Biaya terbesar listrik itu AC, TV dibatasi (sampai) jam dua belas, mal jam sembilan, konversi minyak tanah dan gas. Saya suruh kontrol AC pokoknya harus 25 (derajat celcius),” kata Kalla di Istana Wakil Presiden seperti dilansir dari Indonesiasatu.kompas.com (22/10).

Menurut Kalla, kebijakan ini bukanlah kebijakan baru. Ia menyatakan bahwa saat dirinya menjabat sebagai Wakil Presiden periode 2004-2009, ia pernah mengeluarkan peraturan penghematan energi.

Kalla juga menambahkan bahwa penghematan energi di kantor pemerintahan tidaklah main-main karena akan ada sanksi tegas kepada pimpinan ruangan yang masih membiarkan suhu pendingin ruangan kurang dari 25 derajat Celcius.

(G08)

Top