Indonesia Kembali Dukung Ekspedisi Internasional Samudera Hindia ke-2

Reading time: 1 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Menyadari betapa pentingnya Samudera Hindia bagi Indonesia maupun dunia, maka Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menyatakan dukungannya terhadap Ekspedisi Internasional Samudera Hindia ke-2 atau International Indian Ocean Expedition (IIOE-2).

“Riset ini akan mulai dilakukan pada Jumat, tanggal 26 Juni 2015. Penelitian dilakukan dengan Kapal Riset Fridjoft Nansen Norwegia yang dioperasikan oleh Badan Pangan Dunia (FAO),” ungkap Menko Maritim Indriyono Soesilo dalam keterangan resminya yang diterima Greeners, Jumat (26/06).

Kapal riset tersebut akan berlayar dari Tanjung Priok melewati Selat Sunda hingga Christmast Island. Perjalanan akan dilakukan selama tiga minggu atau tepatnya 21 hari, dimana perjalanan dimulai pada tanggal 26 Juni 2015 hingga 16 Juli 2015.

Penelitian ini melibatkan 16 orang peneliti dari 12 negara, mulai dari Norwegia, Indonesia, Madagaskar, Spanyol, Belanda, Kenya, Afrika Selatan, Prancis, India, Tanzania, dan Seychelles. Selain terlibat survei awal, Indonesia juga akan melibatkan kapal latih Madidihang-3 dan Kapal Riset Baruna Jaya.

Lebih lanjut, Indroyono menyatakan bahwa ada tiga peneliti dari Indonesia yang akan ikut serta dalam kapal dan bergabung dengan para peneliti internasional lainnya. Mereka adalah Indah Lutfiyati dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta Nasirin dan Andria dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ketiga peneliti tersebut dikategorikan sebagai para peneliti muda.

Sebagai informasi, ekspedisi internasional ini akan mempelajari ekosistem laut di Samudera Hindia bagian selatan. Selain itu, tim survei juga akan mengkaji bagaimana Indian Ocean Gyre (sistem besar perputaran arus samudera) dapat memengaruhi ekosistem dan perikanan dunia.

Riset ini merupakan tahapan persiapan dari International Indian Ocean Expedition kedua (IIOE-2) yang akan diluncurkan pada Desember 2015 dan akan berlangsung selama tiga tahun. Sebelumnya, pada tahun 1965 silam, Indonesia juga turut berpartisipasi dengan mengerahkan kapal RI Jalanidhi, salah satu dari 46 kapal riset yang terlibat kala itu.

Penulis: Danny Kosasih

Top