Kebakaran Hutan Riau Telan Kerugian Hingga Rp 20 Triliun

Reading time: 1 menit
Ilustrasi: Ist.

Jakarta (Greeners) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa kebakaran hutan yang terjadi di Riau sepanjang bulan Februari hingga April tahun ini diperkirakan telah menelan kerugian sekitar Rp20 triliun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho memaparkan, berdasarkan data BNPB selama kurun waktu 2006 hingga 2014, pola hotspot atau titik panas di Sumatera lebih dominan terjadi pada pertengahan Juni – Oktober atau dalam kurun waktu selama lima bulan lamanya.

“Sedangkan untuk di Kalimantan hanya tiga bulan, yaitu pada Agustus hingga Oktober,” ujar Sutopo, Jakarta, Senin (22/09).

Lalu untuk tahun 2014, Sutopo melanjutkan, titik api lebih banyak terjadi di Riau pada kurun waktu Februari hingga Maret. Bahkan bencana asap yang ditimbulkan telah memasuki wilayah Singapura dan Malaysia.

“Dampak ekonomi yang terdata di Riau pada Februari–April 2014 mencapai Rp20 triliun, dampak lainnya 2.398 hektare cagar biosfer terbakar, 21.914 hektare lahan terbakar, 58.000 orang terserang ISPA, dan sekolah diliburkan,” ujarnya.

Sebagai informasi, sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendeteksi ada delapan provinsi yang berpotensi mengalami kebakaran hutan akibat kemarau yang panjang.

Deputi III Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim KLH, Arief Yuwono mengatakan, bahwa kedelapan wilayah yang masuk dalam deteksi KLH tersebut adalah Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

(G09)

Top