Volume Sampah Rumah Tangga di Depok Meningkat Selama WFH

Reading time: 2 menit
Sampah
Ilustrasi volume sampah rumah tangga di Depok yang meningkat selama WFH. Foto: shutterstock.com

Depok (Greeners) – Imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk tetap berada di rumah selama pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap volume sampah rumah tangga di Kota Depok, Jawa Barat. Ilustrasi

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok, Iyay Gumilar mengatakan kenaikan sampah berasal dari aktivitas rumah tangga. “Aktivitas masyarakat saat ini lebih banyak dilakukan di rumah sehingga memengaruhi jumlah produksi sampah yang ikut meningkat,” ujarnya saat dihubungi Greeners, Kamis, (16/04/2020).

Baca juga: 10 Daerah Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar

Menurut Iyay, jika membandingkan dengan volume sampah DKI Jakarta yang turun, sampah di Depok naik lantaran dipengaruhi domisili pekerja Jakarta yang berada di kota penyangga ini. “Sampah rumah tangga di Depok menyumbang 600-700 ton. Total sekarang kita mengangkut bisa 850 ton,” ucapnya.

Sedangkan untuk sampah perkantoran dan mall justru tidak banyak menghasilkan sampah. Iyan menuturkan hal itu dipengaruhi oleh nihilnya sampah makanan, sebab, jenis sampahnya beralih menjadi sampah plastik dari toko pelayanan makanan atau supermarket. Sementara di pasar Depok, ia mengatakan volume sampah juga berkurang hampir setengahnya dari 200 ton menjadi 100 ton.

“Mereka (perkantoran dan mall) ada sampah tapi tidak banyak. Yang ada sampah seperti plastik sisa makanan atau sayur,” ujarnya.

Sampah

Ilustrasi pemilahan sampah. Foto: shutterstock.com

Untuk mengantisipasi kenaikan volume sampah, DLHK Kota Depok mengerahkan sekitar 500 personel dan 120 truk untuk mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Jawa Barat. Iyay juga mengatakan petugas sudah dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan sepatu bot.

Meski demikian, pemerintah daerah Kota Depok membatasi waktu pengangkutan sampah. Untuk hari Senin hingga Sabtu kegiatan hanya dilakukan sampai pukul 12.00 WIB. Sedangkan hari Minggu, khusus mengangkut sampah di Jalan Protokol dengan armada 10 truk.

Baca juga: Sejarah Wabah dan Respons Pemerintah dalam Menghadapinya

Iyay berpesan agar seluruh masyarakat melakukan pemilahan sampah organik maupun anorganik sebelum dibuang. Ia menilai saat ini baru sekitar 20 persen masyarakat Kota Depok yang memilah sampah.

“Segera pilah sampah karena itu penting. Untuk masker bekas pakai, sebaiknya dipisahkan demi menjaga kesehatan bersama. Namun, sampah masker ini tidak banyak kecuali di rumah sakit karena sudah ada imbauan memakai masker kain yang bisa dicuci,” kata dia.

Penulis: Dewi Purningsih

Top