Kementan Ajukan Penyediaan 2 Juta Hektar Lahan untuk Pertanian

Reading time: 2 menit
Ilustrasi: freeimages.com

Jakarta (Greeners) – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengaku telah melakukan pertemuan dan pembahasan bersama dengan Kementerian Pertanian terkait penyediaan dua juta hektare lahan untuk pertanian. Sebelumnya, pertemuan ini pernah dilakukan dua kali.

Siti menjelaskan, dalam pengajuannya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta dua juta hektare lahan untuk memenuhi kebutuhan investasi pada komoditas jagung, sapi, dan tebu. Berdasarkan indikasi awal, investasi jagung akan bekerja sama dengan Perum Perhutani, dengan lokasi paling memungkinkan dilakukan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sedangkan penyediaan lahan untuk pertanian tebu dapat dilakukan di Lampung dan Sulawesi Tenggara.

“Kalau untuk peternakan sapi, lokasi paling sesuai adalah di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah,” tutur Siti kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/12).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Guna mempercepat pengadaan lahan untuk pertanian tersebut, Siti menyatakan bahwa Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan membentuk tim teknis yang saat ini dalam tahapan penggodokan susunan organisasi tim oleh Kementan dan KLHK.

Tim ini, lanjutnya, akan bekerja untuk mengevaluasi lahan yang telah ditetapkan diberbagai daerah, sebagai lahan pertanian. Dengan adanya tim ini, ia meyakini bisa sedikit meminimalisir kendala yang biasanya terjadi pada saat pengadaan lahan.

Selain itu, sesuai dengan komitmen Indonesia dalam upaya menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen hingga tahun 2030 sebagai bentuk usaha dalam mengurangi dampak perubahan iklim, Menteri Siti akan menghitung setiap pengelolaan resiko terhadap pengadaan lahan pertanian khususnya yang berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim.

“Misalnya dalam 350 ribu hektar lahan yang disediakan untuk investasi peternakan sapi, kita harus tahu berapa banyak sapi yang ada di sana dan seberapa besar gas metan (CH4) yang akan dihasilkan,” pungkasnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top