KLHK Luncurkan Hasil Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan

Reading time: 2 menit
Kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Ilustrasi: freeimages.com

Jakarta (Greeners) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengumumkan hasil Program Langit Biru 2015 berupa hasil evaluasi kualitas udara perkotaan di 45 kota di 33 Provinsi. Program ini sebagai upaya menurunkan pencemaran udara dari sektor transportasi untuk mendorong peningkatan kualitas udara perkotaan.

Pelaksanaan evaluasi kualitas udara perkotaan dilakukan dengan mengisi formulir data kota di samping kegiatan fisik yang meliputi uji emisi “spotcheck” kendaraan bermotor yang dilakukan terhadap lima ratus kendaraan pribadi per hari selama tiga hari. Kegiatan lain adalah pemantauan kualitas udara jalan raya (roadside monitoring) dan penghitungan kinerja lalu lintas (kecepatan lalu lintas dan kerapatan kendaraan di jalan raya) yang dilakukan secara serentak di tiap kota di tiga ruas jalan arteri yang dipilih bersama dan dianggap mewakili kota tersebut.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK M.R Karliansyah menyatakan bahwa evaluasi kualitas udara perkotaan di 45 kota dari 33 provinsi di Indonesia ini dilakukan antara bulan Juli sampai dengan November 2015.

Dari 45 kota tersebut, 14 kota metropolitan (lima wilayah), Semarang, Surabaya, Medan, Bandung, Tangerang, Makassar, Depok, Palembang, Bekasi. Sedangkan untuk 15 kota besar, yaitu Tangerang Selatan, Surakarta, Batam, Bogor, Malang, Balikpapan, Yogyakarta, Bandar Lampung, Denpasar, Samarinda, Banjarmasin, Padang, Pekanbaru, Manado dan Pontianak,

“Lalu untuk 16 kota sedang atau kecil yaitu Serang, Mataram, Kota Ternate, Kendari, Palangkaraya, Tanjung Pinang, Bengkulu, Mamuju, Jambi, Banda Aceh, Pangkal Pinang, Kupang, Gorontalo, Palu, Jayapura dan Ambon yang merupakan Ibu kota Propinsi,” terangnya saat menyampaikan paparan dihadapan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Kamis (17/12).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (tengah) dalam acara Public Expose Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan Hasil Sementara Indeks Kualitas Udara 2015 di Jakarta (17/12). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (tengah) dalam acara Public Expose Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan Hasil Sementara Indeks Kualitas Udara 2015 di Jakarta (17/12). Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Dari hasil evaluasi Langit Biru tersebut, lanjutnya, diperoleh tiga Kota Langit Biru terbaik untuk kategori Kota Metropolitan, yaitu Kota Bandung, Surabaya dan Jakarta Pusat. Lalu untuk tiga Kota Langit Biru terbaik kategori Kota Besar adalah Yogyakarta, Tangerang Selatan, dan Denpasar. Selanjutnya, untuk Tiga Kota Langit Biru terbaik kategori Kota Sedang atau Kecil yaitu Ambon, Bengkulu dan Banda Aceh.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dalam kesempatan yang sama memberikan ucapan selamat kepada para wali kota yang berhasil masuk dalam kategori “kota dengan kualitas udara terbaik”. Masalah pencemaran udara ini, katanya, bukanlah hal yang sederhana karena semua elemen harus memahami bahwa pencemaran yang paling tinggi berasal dari sektor rumah tangga, industri, pemukiman dan benda bergerak seperti kendaraan bermotor.

“Jadi, masalah pencemaran udara dari sektor transportasi yang kita hadapi sekarang ini adalah penurunan kualitas udara, terutama di kota-kota besar. Kalau kita lihat perkembangan pemerintahan sekarang ini, maka kekuatan pemerintah daerah tidak lain lain adalah di database. Maka, saya sangat menghargai 120 kota yang diteliti yang database-nya sudah lengkap,” ujarnya.

Penulis: Danny Kosasih

Top
You cannot copy content of this page