Menghangatnya Benua Artik Ancam Bumi

Reading time: 2 menit
benua artik
Ilustrasi: pixabay.com

LONDON, 29 November 2016 – Apabila dunia gagal memperlambat laju perubahan iklim, yaitu dengan menurunkan emisi gas rumah kaca secepatnya, maka titik klimaks menghangatnya Benua Artik tidak hanya mengancam region tersebut, tapi juga akan berdampak kepada daerah utara sehingga mengakibatkan perubahan secara drastis dan secara global, jelas para penulis Arctic Resilience Report.

Studi yang ditulis oleh para peneliti internasional dan merupakan bagian dari proyek Arctic Council, mengatakan bahwa dampak perubahan di Benua Artik akan bisa terlihat di mana-mana.

Suhu 20°C di atas suhu rata-rata sudah mulai dirasakan di Benua Artik. Luasan es di musim panas mencapai titik terendah beberapa kali sepanjang dekade terakhir. Beberapa rumah, jalan, dan rel kereta api, terlihat tenggelam saat tanah mulai menurun.

Namun, para penulis mengatakan bahwa dampak ini hanya permulaan saja. Dari skala ekosistem, Benua Artik secara fundamental sudah terkena dampak perubahan iklim dan konsekuensi lainnya dari kegiatan manusia.

Perubahan yang Cepat

Perubahan yang cepat merupakan salah satu norma di Artik. Namun, perubahan lingkungan, ekologis, dan sosial berlangsung lebih cepat dan semakin meningkat. Mereka bertambah ekstrim, lebih dari yang terjadi sebelumnya. Meski beberapa perubahan tersebut terjadi dalam beberapa tahap, tapi hancurnya bongkahan es semakin tidak terkendali dan tidak bisa digantikan.

Studi tersebut mengidentifikasikan titik klimaks Artik di 19 lokasi (disebut sebagai pergeseran rezim) yang akan dan telah terjadi di ekosistem region tersebut.

Pergeseran ini dapat mempengaruhi stabilitas iklim dan lanskap, kemampuan tanaman dan hewan untuk bisa bertahan, serta cara hidup masyarakat adat.

Titik klimaks Benua Artik meliputi pertumbuhan vegetasi di padang tundra, menggantikan salju dan es dan membantu menyerap lebih banyak sinar matahari; mengeluarkan lebih banyak gas metan; terganggunya Muson Asia karena perubahan distribusi salju menghangatkan laut, dan runtuhnya perikanan yang berdampak kepada global.

Salah satu penemuan penting dalam studi tersebut adalah tidak hanya terjadi pergeseran rezim tapi pergeseran ini dapat menyulut kepada pergeseran lainnya dan menimbulkan dampak yang tidak terduga,” kata Johan Kuylenstierna, direktur eksekutif dari Stockholm Environment Institute.

Johan Rockström dari Stockholm Resilience Centre, wakil ketua dari proyek tersebut mengatakan, “Jika pergeseran rezim saling mempengaruhi satu sama lain, hasilnya akan sangat bahaya. Ini artinya masyarakat Artik dan kebijakan harus bersiap menghadapi kejutan. Perubahan tersebut juga akan menghilangkan stabilitas region dan iklim global akibat dampak yang sangat besar.”

Dengan mengubah pola penguapan, memindahkan panas dan angin, dampak dari pergeseran rezim Artik akan mungkin berpindah kepada region tetangga, seperti Eropa, dan berdampak ke seluruh bumi.

Membangun Ketahanan

Studi tersebut menyatakan bahwa banyak komunitas akan kehilangan mata pencaharian, berjuang untuk selamat atau mencoba mempertahankan identitas budaya mereka. “Perubahan iklim memberikan tekanan yang besar bagi mata pencaharian dan orang Artik,” kata Miriam Hultric, penulis utama studi tersebut. “Tanpa aksi yang cepat untuk memperlambat perubahan iklim, dengan mengurangi gas emisi rumah kaca, ketahanan Benua Artik akan semakin melemah.”

Meski demikian, studi tersebut juga menyebutkan komunitas di Artik bertahan dengan menggembala rusa dan kegiatan tradisional lainnya untuk menghadapi tekanan. Beberapa komunitas telah mengubah dirinya, dari pemburu nomad menjadi artis internasional yang diakui di Cape Dorset, di Nunavut, Kanada.

Komunitas pemancing di Husavik, Islandia, bertransformasi menjadi daerah turis untuk atraksi melihat paus setelah adanya kuota memancing dan moratorium berburu paus yang dahulu menjadi mata pencaharian tradisional.

Studi tersebut memperingatkan bahwa ketahanan gedung menjadi masalah kompleks tersebut, akibat adanya konflik kepentingan. Beberapa ingin melihat Artik sebagai rumah, sementara yang lain, ingin menguras mineral dan sumber daya lainnya, ada juga yang ingin adanya peraturan terkait dengan perubahan iklim. – Climate News Network

Top
You cannot copy content of this page