Berita
KLHK menjelaskan bahwa hingga saat ini, pelaksanaan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) masih dalam tahapan pengumpulan data dari masing-masing sektor.
Jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, YLKI kembali mengingatkan seluruh panitia penyembelihan hewan kurban dan masyarakat untuk tidak menggunakan kantong kresek hitam dalam membagikan daging kurban.
Hasil pemantauan yang dilakukan oleh Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berhasil menemukan satu individu muda atau anakan pada satu kelompok atau keluarga owa Jawa di TNGGP.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla Kemenhub, Capt. Rudiana mengatakan bahwa kasus pembuangan sampah dari atas kapal mungkin saja terjadi karena pengawasan di atas kapal memang sulit untuk dilakukan.
Dua penelitian terpisah, tentang lebah dan kura-kura, mengkonfirmasikan bahwa peningkatan level karbon dioksida dan suhu planet dapat berdampak buruk bagi kehidupan liar.
Predikat Indonesia sebagai ‘Megabiodiversity country’ dikhawatirkan tidak dapat bertahan lama. Dampak dari perubahan iklim pada keanekaragaman hayati diduga pengaruhnya cukup besar.
Deforestasi dan perubahan iklim memiliki kaitan yang sangat erat. Bahkan, pemerintah Indonesia menempatkan sektor kehutanan sebagai kontributor paling besar dalam target penurunan emisi karbon yaitu 17,2%.
Saat ini diperkirakan terdapat 71.820 individu orangutan yang tersisa di Pulau Sumatera dan Borneo (Kalimatan, Sabah dan Serawak) di habitat seluas 17.460.600 hektar.
Rencana penggunaan limbah plastik sebagai bahan material campuran untuk aspal yang telah diuji coba di Bali dianggap bukan solusi upaya pengurangan sampah plastik di Indonesia.
Peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Zainal Arifin mengatakan bahwa tidak mudah untuk melakukan penelitian tentang arus laut yang berkontribusi membawa sampah ke Indonesia.
KLHK mengaku telah menetapkan plot-plot pengukuran populasi orangutan di beberapa habitatnya karena orangutan adalah salah satu dari 25 spesies prioritas yang dipantau populasinya oleh pemerintah.
Para peneliti yang meneliti menu produksi makanan di planet ini merekomendasikan bahwa untuk menyelamatkan bumi, pertanian organik perlu didukung oleh aksi yang lebih tegas.
Saat perubahan iklim, dan daerah pegunungan semakin menghangat, kondisi menjadi menguntungkan tidak hanya bagi parasit malaria namun juga nyamuk pembawa penyakit tersebut.










































