Pendaki Gunung Arjuno dari Unesa Tewas Tersambar Petir

Reading time: 1 menit
unesa
Ilustrasi: pixabay.com

Pasuruan (Greeners) – Seorang pendaki Gunung Arjuno, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tersambar petir. Korban diketahui bernama Bintara Ferdiansyah (20), warga Bojonegoro, Jawa Timur. Bintara juga tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Selain korban meninggal, dua pendaki lain terluka parah.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pukul 12.30 WIB, Selasa (13/12), di sekitar Lembah Kijang yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari puncak. Saat kejadian, rombongan pendaki yang terdiri dari delapan orang ini dalam perjalanan menuruni gunung. Mereka memutuskan tidak melanjutkan pendakian karena kondisi cuaca buruk dan hujan lebat.

Petugas Pos Pendakian Tretes, Prigen, Pasuruan, baru menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 16.00 WIB dari ketua rombongan pendaki, ‎Nur Ali Ridho, yang berhasil turun. Nur Ali dan seorang temannya sengaja meninggalkan rombongan untuk mendapatkan pertolongan.

BACA JUGA: Tanpa Hasil, Operasi Pencarian Pendaki Asal Swiss Ditutup

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana, membenarkan seorang pendaki meninggal dalam kejadian tersebut. Pihaknya tengah fokus pada upaya evakuasi.

“Sejumlah anggota SAR (Search and Rescue) tengah bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi,” kata Bakti Jati Permana, Rabu (14/12/2016) dini hari.

BACA JUGA: Sapu Gunung Ajak Pendaki dan Warga Pungut Sampah di Tambora

Bakti mengatakan proses evakuasi diperkirakan akan membutuhkan waktu lama. Medan yang sulit serta kondisi malam hari membuat para anggota SAR tidak bisa leluasa bergerak.

“Kalau naik mungkin cepat, tapi saat turun sambil membawa korban akan butuh waktu apalagi medannya sulit dan gelap. Kami berharap evakuasi berjalan lancar,” imbuhnya.

Beberapa hari terakhir, intensitas hujan di kawasan Gunung Arjuna-Welirang dan wilayah Kabupaten Pasuruan, Malang dan Mojokerto sangat tinggi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga sudah memperingatkan bahaya petir selama Desember. Meski demikian, jalur pendakian Gunung Arjuna-Welirang tetap dibuka.

Penulis: MA/G12

Top