Persemaian Bibit Baru, Walhi : Jangan Hanya Semai, Pastikan Tanamnya

Reading time: 2 menit
Presiden Jokowi didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya dan para dubes meresmikan persemaian bibit di Rumpin, Bogor. Foto: KLHK

Jakarta (Greeners) – Program persemaian bibit yang pemerintah bangun di Rumpin, Bogor jangan hanya sekadar menyemai tanpa memastikan penanaman dan perawatannya. Selain itu, lokasi penanaman perlu pasti jangan sampai tergusur oleh lokasi konsesi perusahaan.

Baru-baru ini pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membangun persemaian modern di Rumpin, Bogor. Presiden Joko Widodo meresmikan langsung persemaian bibit itu. Persemaian menargetkan memproduksi bibit siap tanam berkapasitas 12 juta bibit per tahun.

Pengkampanye Hutan dan Perkebunan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nasional Uli Arta Siagian menilai, persemaian pohon-pohon seperti salah satunya di Rumpin ini cukup baik. Namun Uli mempertanyakan dimana pohon-pohon tersebut akan ditanam jika 60 % daratan Indonesia sudah terkapling-kapling oleh izin konsesi perusahaan.

“Semangat memulihkan kawasan hutan kritis harus diikuti dengan penghentian penerbitan izin konsesi untuk industri ekstraktif, audit lingkungan dan evaluasi izin-izin perusahaan yang melakukan pelanggaran dan perusakan lingkungan. Untuk apa membuat persemaian jika pengurus negara tetap masif menerbitkan izin konsesi kemudian hutan-hutan habis untuk konsesi?,” kata Uli kepada Greeners di Jakarta, Senin (22/11).

Menurutnya, membangun persemaian bibit ini masih belum cukup. Pemerintah juga harus memikirkan cara merawat pohon-pohon tersebut. “Tidak cukup hanya sebatas membuat persemaian. Tetapi pengurus negara harus sudah memikirkan bagaimana cara untuk merawat pohon-pohon setelah ditanam,” ungkapnya.

Persemaian Rumpin, Jokowi: Indonesia Serius Tangani Perubahan Iklim

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi persemaian modern Rumpin yang terletak di kecamatan Rumpin Bogor, Jawa Barat.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius dalam menangani dampak dari perubahan iklim dan ini kita tunjukan nursery center ini yang dalam satu tahun bisa memproduksi 12 juta bibit,” kata Jokowi.

Dalam siaran pers KLHK, saat meninjau persemaian, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan sejumlah duta besar turut mendampingi Jokowi.

Di lokasi persemaian, Jokowi meninjau sejumlah fasilitas seperti area perkecambahan, rumah
produksi, hingga area penanaman terbuka. Sejumlah bibit pohon yang telah siap seperti albasia, jati, hingga mahoni ini nantinya akan ditanam di sejumlah lahan kritis.

Pemerintah juga menargetkan akan membuat kurang lebih 30 pusat persemaian serupa dalam tiga tahun ke depan. Jokowi juga berharap dengan membangun pusat persemaian bisa memperbaiki lingkungan dan menangani dampak perubahan iklim.

“Kita akan membikin dalam tiga tahun ke depan kurang lebih 30 seperti ini dari pemerintah. Tetapi juga saya akan memaksa mengharuskan semua perusahaan kelapa sawit, perusahaan pertambangan untuk juga menyiapkan nursery-nursery seperti ini sehingga juga akan terjadi perbaikan-perbaikan di lingkungan,” tegasnya.

Siap Bangun Enam Pusat Persemaian Bibit di Tahun 2021

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya juga menyampaikan bahwa pihaknya sejak 2020 telah mempersiapkan enam lokasi pusat persemaian bibit dan secara bertahap akan siap bangun mulai tahun ini.

Nursery Centre Rumpin akan menjadi contoh untuk penyelesaian kelima nursery lainnya. Nursery Centre Rumpin merupakan model pekerjaan public-private partnership (KLHK-PUPR-APRIL). Pekerjaan utama persemaian telah selesai konstruksi. Produksi bibit 1 juta sebulan atau 12 juta setahun,” jelas Menteri Siti.

Keenam pusat persemaian tersebut yaitu Pusat Persemaian Rumpin di Provinsi Jawa Barat, Pusat Persemaian IKN di Kawasan Hutan Produksi di Provinsi Kalimantan Timur, Pusat Persemaian Danau Toba di Provinsi Sumatra Utara. Kemudian Pusat Persemaian Labuan Bajo di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pusat Persemaian Mandalika di Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pusat Persemaian Likupang di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.

“Banyak pekerjaan rumah yang harus sudah siap untuk membangun hingga 30 unit persemaian sekelas Rumpin tersebut. KLHK segera menyiapkan rencana lokasi, kapasitas dukungan kolaborasi dan tentu saja lokasi yang sebaik-baiknya di daerah- daerah di Indonesia. Saya akan segera konsolidasikan internal KLHK sebelum konsultasi kepada kementerian dan lembaga terkait,“ paparnya.

Penulis : Fitri Annisa

Top