calendar
Kamis, 16 Agustus 2018
Pencarian
sekolah sungai jakarta
Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Sekolah Sungai Jakarta Resmi Diluncurkan

Berita Harian

Jakarta (Greeners) – Masalah sampah dan banjir di Jakarta masih bersumber dari kurangnya kepedulian masyarakat Jakarta untuk menjaga kebersihan lingkungan sungai. Terutama sungai Ciliwung yang merupakan sungai terpenting di wilayah DKI Jakarta.

Oleh karenanya, dalam rangka memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Internasional 2016, Komunitas Peduli Ciliwung Gerakan Masyarakat Bersih Sungai Ciliwung (KPC Gema Bersuci) meluncurkan pembentukan Sekolah Sungai Jakarta. Sekolah ini diharapkan akan mampu menjadi salah satu gerakan pengurangan risiko bencana.

Ketua KPC Gema Bersuci Peni Susanti menjelaskan bahwa Sekolah sungai ini pada dasarnya adalah sebagai sarana bagi masyarakat atau komunitas yang tengah fokus dalam penyelamatan sungai untuk memperkaya ilmu pengetahuan dari berbagai aspek yang berkaitan, seperti prosedur keselamatan, pengetahuan keragaman hayati, teknis rehabilitasi, dan pengetahuan lainnya.

Lebih jauh Peni menyampaikan harapannya melalui pembentukan sekolah sungai adalah agar para komunitas dan masyarakat yang tengah bekerja menyelamatkan sungai bisa melaksanakan pekerjaannya dengan benar serta meminimalisasi timbulnya resiko baik secara kesehatan ataupun lingkungan.

BACA JUGA: KLHK: Kondisi Kualitas Air Sungai di Indonesia Memprihatinkan

Direktur Pengendalian Pencemaran Air Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) KLHK, SPM Budi Susanti mengaku akan terus mendampingi masyarakat yang tengah menyusun kurikulum Sekolah Sungai Jakarta ini. Dalam kurikulum yang disusun oleh Komunitas Ciliwung tersebut, terangnya, terdapat berbagai materi yang akan diberikan dalam pembelajaran Sekolah Sungai Jakarta. Diantaranya; mengajari bagaimana agar tidak terjadi erosi dengan menanam tanaman hingga materi tentang ekosistem sungai.

“Dari komunitas ini sudah menyusun kurikulum dengan cukup lengkap. Kami dari KLHK hanya mendampingi saja. Tapi ini bukan hanya kewajiban KLHK saja karena ada juga materi tentang kebencanaan di sekolah itu. Karenanya nanti akan ada dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan beberapa pihak terkait juga,” jelasnya kepada Greeners saat meresmikan Sekolah Sungai Jakarta di Pejaten Timur, Sabtu (29/10).

sekolah sungai jakarta

Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Permasalahan kompleks yang terjadi di Ciliwung sendiri, katanya lagi, adalah jenis utama pencemarannya berasal dari limbah domestik. Sedangkan, banyak rumah tangga yang tidak menggunakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga apapun zat pencemar yang berasal dari kegiatan domestik rumah tangga tidak terolah dengan baik dan langsung mengalir ke sungai atau tanah.

Nantinya, lulusan dari Sekolah Sungai Jakarta ini harus mampu mengedukasi atau memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat agar masyarakat sadar akan efisiensi air sehingga tidak boros dan minim dalam menghasilkan limbah. Lalu juga, bisa mengarahkan masyarakat untuk bisa memnafaatkan pengelolaan air limbah untuk kebutuhan lainnya.

“Untuk teknologi itu sebenarnya sudah ada, hanya saja belum diedarkan di pasaran.  itu jadi pekerjaan rumah nantinya agar bagaimana teknologi pengolahan air limbah itu bisa terjangkau oleh komunitas. Agar gerakan masyarakat bisa bermanfaat untuk membantu perbaikan ekosistem ciliwung,” jelasnya lagi.

Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB Lilik Kurniawan mengatakan bahwa gerakan sekolah sungai ini sebagai salah satu perwujudan dalam gerakan nasional pengurangan risiko bencana dengan tujuan melatih dan membekali calon fasilitator sehingga menumbuhkan komitmen dan meningkatkan kapasitas dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya air dan sungai di daerahnya dalam rangka gerakan pengurangan risiko bencana.

“Karena pada akhirnya, Sekolah Sungai ini bukan hanya bicara mengatasi masalah banjir. Tapi juga bicara kualitas hidup. Di tingkat nasional, seluruh dunia bicara tentang gerakan nasional pengurangan risiko bencana. Dan banjir merupakan bencana yang paling banyak terjadi,” tuturnya menambahkan.

Sebagai informasi, Sekolah Sungai Jakarta ini dibentuk berdasarkan hasil dari gerakan pengurangan risiko bencana yang diinisiasi oleh BNPB bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dan Komunitas sungai yang ada di Jogja dan Klaten yang telah membentuk sekolah sungai sebagai wadah untuk memberi pembekalan dan pengetahuan fasilitator daerah sebagai bagian dari pengkaderasian dan volunterism dalam memperkuat dan mengembangkan gerakan pengurangan risiko bencana.

Penulis : Danny Kosasih

Top