Sistem Baru PT KAI Menjadikan Mudik Lebaran Lebih Bersih

Reading time: 2 menit

Surabaya (Greenersmagz) –  Sejak diberlakukannya aturan baru dalam bepergian menggunakan jasa PT Kereta Api Indonesia (KAI), kondisi di area stasiun maupun di dalam kereta khususnya kelas ekonomi perlahan berubah.

Larangan merokok, aktifitas pemulung, pengemis hingga pedagang asongan untuk beredar di area stasiun maupun dalam kereta api ini cukup menuai dampak yang positif. Para penumpang mengaku cukup nyaman dengan adanya peraturan baru dari PT KAI tersebut.

Apalagi, penerapan sistem boarding yang dilakukan PT KAI dalam pemesanan tiket kereta api kepada penumpang yang ingin menggunakan jasanya. Kondisi ini memotivasi para petugas kebersihan kereta api yang merupakan karyawan outsorching PT KAI untuk bekerja lebih serius.
Nur Ahmadi, salah satu petugas kebersihan PT KAI dari PT Kembar Sentosa, mengaku sejak diberlakukannya peraturan baru di perkeretaapian ini membuat pekerjaannya sedikit ringan. Apalagi ketika menghadapi Lebaran yang biasanya masyrakat menjalankan tradisi mudik.

“Alhamdulillah mas sekarang penumpang perlahan sudah sadar dengan kebersihan apalagi sejak diberlakukannya aturan baru. Ditambah lagi sekarang kereta api sudah ga bisa pesan tiket berdiri, jadi kita bisa lebih serius memantau kebersihan kereta api,” jelasnya, Kamis (23/8/2012).

Disebutkan, petugas mulai bekerja memantau kebersihan kereta seiring dengan perjalanan kereta api hingga tujuan akhir. Misalnya, untuk kereta api kelas ekonomi Kertajaya, petugas gencar melakukan pembersihan kereta setelah melewati Kabupaten Babat Jawa Tengah.

“Dalam waktu yang tidak kami ketahui petugas internal kereta api juga sering memantau kondisi gerbong kereta. Kalau ditemukan ada satu puntung rokok saja di dalam kereta kami langsung ditegur dan bahkan diberikan peringatan,” imbuhnya.

Usai melakukan aktifitas pembersihan kereta, sampah yang berhasil di angkut secara konvensional ini dibawa ke penampungan sampah sementara kawasan stasiun Pasar Turi Surabaya. Dalam kesempatan ini, mereka diberi upah Rp100 per satu kali Pulang Pergi (PP) dari setiap kereta yang mengantarkan penumpang ke tempat tujuan.

“Memang sih masih ada beberapa kendala saat kami bekerja seperti masih ada sampah yang dibuang di sudut gerbong kereta sampai puntung rokok. Tapi yang jelas masyarakat sudah sadar kebersihan khususnya di dalam angkutan umum kereta api kami juga seneng jadinya,” harapnya.
Sementara, Wakil Kepala Stasiun Pasar Turi Surabaya, Budiarso, mengaku kampanye kebersihan di dalam kereta maupun area stasiun tersebut sebetulnya sudah berjalan lama dan menggunakan jasa pihak ketiga atau vendor. Namun, dahulu struktur organisasi PT KAI masih mengandalkan jabatan induknya yakni bagian operasional. Artinya semua yang terkait dengan kondisi stasiun dan perkeretaapian sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari bagian operasional.

Sekarang, katanya, struktur organisasi perkeretaapian Indonesia perlahan mulai diubah dan dibagi menjadi beberapa divisi. Salah satunya yakni divisi kebersihan kereta api dan lingkungan stasiun.

“Aturan baru dan perubahan struktur organisasi kami ini cukup memberikan solusi dari berbagai persoalan perkeretaapian selama ini. Perlahan struktur organisasi tersebut sudah berjalan dan dalam satu tahun berjalan cukup membuat kondisi perkeretaapian membaik. Kondisi lingkungan di dalam stasiun juga sudah bersih. Tinggal sedikit bahkan hampir tidak ada satupun gelandangan, asongan, pengemis serta anak jalanan yang berkeliaran di stasiun,” ungkapnya. (G25)

Top
You cannot copy content of this page