Tidak Mudah Membangun Ruang Terbuka Hijau Di Jakarta

Reading time: < 1 menit
Suasana Taman Suropati, Jakarta. Foto: greeners.co/Danny Kosasih

Jakarta (Greeners) – Untuk memenuhi 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) di DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak tahun lalu telah berencana menambah ruang terbuka hijau, ruang bermain, dan ruang sosialisasi untuk keluarga dan anak-anak.

Pemenuhan RTH ini dilakukan bertujuan agar anak-anak lebih aktif bersosialisasi sehingga dapat mengurangi kasus kekerasan anak yang kerap terjadi, terutama anak-anak di kawasan kumuh.

Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama mengaku telah seringkali membahas rencana melengkapi RTH dengan fasilitas umum, seperti toilet dan tempat ibadah. Namun, rencana tersebut tidak mudah dilakukan karena beberapa alasan.

“Program RTH masih belum bisa berjalan optimal karena sulitnya melengkapi RTH dengan fasilitas umum, misalnya toilet. Tidak semua RTH punya kualifikasi tanah resapan untuk toilet umum,” terangnya di Balaikota, Jakarta, Senin (25/08).

Pria yang biasa disapa Ahok ini mengatakan, bahwa Gubernur sebenarnya sudah memberi instruksi kepada Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI agar segera ke kampung-kampung kumuh untuk meminta ke orang yang punya tanah dengan luas sekitar 500 sampai 2000 meter persegi agar mau dijual ke Pemprov DKI Jakarta.

“Daripada tanah atau taman punya swasta tidak terawat, kan lebih baik dijual ke kita, dan kita jadikan Ruang Terbuka Hijau,” tambahnya.

(G09)

Top
You cannot copy content of this page