calendar
Jumat, 18 Januari 2019
Pencarian
belimbing manis
Belimbing manis (Averrhoa carambola L.). Foto: wikimedia commons

Belimbing Manis, Bintangnya Buah Tropis

Flora

Belimbing manis (Averrhoa carambola L.) atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Carambola/Star Fruit, termasuk jenis buah tropis yang sudah lama dikenal dan ditanam di Indonesia. Seorang botani Soviet bernama Nikolai Ivanovich Vavilovanaman memastikan tanaman belimbing manis berasal dari India. Kini, tanaman ini menyebar luas ke berbagai negara yang beriklim tropis terutama di kawasan Asia (Rukmana, 1996).

Pada umumnya, belimbing manis ditanam sebagai tanaman peneduh di halaman-halaman rumah. Seperti tanaman buah lainnya, tanaman belimbing manis juga akan tumbuh dan berbuah secara optimal jika kondisi lingkungannya optimal pula.

Pertumbuhan tanaman ini sangat berpengaruh terhadap suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya matahari di suatu tempat. Tanaman ini merupakan jenis tanaman yang tahan terhadap suhu tinggi. Pertumbuhannya akan semakin baik jika ditanam di daerah dekat pantai atau di dataran rendah yang panas dan lembap (Satyawibawa dan Yustina, 1999).

Pohon belimbing manis dapat tumbuh mencapai 12 m dengan percabangan banyak yang arahnya agak mendatar. Pohon ini memiliki satu batang namun dapat terlihat seperti lebih dari satu batang karena percabangan dimulai dari atas tanah. Tak heran bila pohon belimbing ini tampak rindang.

Daunnya merupakan daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun berbentuk bulat telur, ujung runcing, tepi rata, permukaan atas mengilap, permukaan bawah buram dengan panjang 1,75 sampai 9 cm dan lebar 1,25 sampai 4,5 mm (Wijayakusuma dan Dalimartha, 2000). Daun mudanya memiliki warna merah hati hingga cokelat kehijauan. Daun yang telah dewasa nantinya akan berwarna hijua tua.

belimbing manis

Bunga belimbing manis berukuran kecil dan memiliki warna ungu yang menarik. Foto: wikimedia commons

Tanaman ini berbunga sepanjang tahun sehingga buahnya tidak mengenal musim (Wijayakusuma dan Dalimartha, 2000). Bunganya majemuk dan memiliki warna merah keunguan yang keluar dari ketiak daun dan di ujung cabang.

Buah belimbing manis memiliki panjang 4 sampai 12,5 cm, berdaging dan banyak mengandung air, saat buah telah masak akan berwarna kuning. Di dalam buah terdapat biji berwarna putih kotor kecoklatan, pipih dan berbentuk elips dengan kedua ujung lancip.

Layaknya tanaman berbuah pada umumnya, belimbing manis juga rentan terhadap serangan hama. Hama yang menyerang buah belimbing manis salah satunya adalah lalat buah (Bactrocera sp.). Selain buah, bunga belimbing manis juga rentan terhadap serangan hama khususnya Diacrotricha fasciola. Larva D. fasciola berkembang pada bunga belimbing manis dan mengonsumsi nectar pada bunga tersebut. Gejala yang terlihat pada bunga akibat serangan larva D. fasciola yaitu bunga mulai menghitam selanjutnya gugur.

Buah yang memiliki pola berbentuk bintang ini dapat dikonsumsi langsung dengan kulit buahnya setelah dicuci bersih. Daging buahnya kaya akan kandungan gizi diantaranya energi, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, air, dan serat. Meski demikian, penderita gangguan ginjal harus mewaspadai kandungan asam oksalat dan karamboxin pada buah ini karena dapat mengakibatkan keracunan.

belimbing manis

Penulis: Sarah R. Megumi

Top