Capuchin Humboldt, Monyet Berwajah Putih Berperilaku Unik

Reading time: 2 menit
Hewan ini tergolong omnivora. Uniknya hewan ini membenturkan biji-bijian keras untuk membuka kulitnya. Foto: Shutterstock

Capuchin Humboldt berwajah putih atau Humboldt’s white-fronted capuchin, ialah salah satu spesies monyet yang berasal dari keluarga Cebidae. Mereka merupakan hewan asli Amerika Selatan yang terdistribusi mulai dari Kolombia, Venezuela, hingga Brazil.

Spesies monyet capuchin ini mempunyai nama ilmiah Cebus albifrons. Kelompoknya pakar ketahui terdiri atas dua subspesies besar, yakni kelompok C. a. albifron dan C. a. triniatis.

Mulanya, capuchin Humboldt ahli gabungkan ke dalam spesies capuchin biasa. Tetapi setelah riset DNA lanjutan, pakar memastikan bahwa mereka datang dari kelompok yang berbeda.

Nama Humboldt’s white-fronted capuchin sendiri diadopsi dari nama penemunya, Alexander von Humboldt. Ia merupakan seorang naturalis asal Jerman, yang wafat pada 6 Mei 1859.

Morfologi dan Ciri-Ciri Capuchin Humboldt

Jika kita ukur dari badan sampai kepala, panjang tubuh Capuchin Humboldt berwajah putih berkisar 37,5 cm. Spesies betina dan jantannya dapat kita identifikasi lewat ukuran ekornya.

Sang jantan umumnya memiliki ekor sepanjang 42,5 cm, sedangkan betina antara 41-46 cm. Bobot tubuh jantan juga berkisar 2,40 kg, sedangkan sang betina hanya sekitar 2,23 kg saja.

Spesies monyet ini memiliki bulu cokelat keabu-abuan di bagian belakang dengan warna bulu badan relatif lebih gelap, namun tangan dan kakinya berwarna cokelat kekuningan.

Bagian depan tubuh capuchin Humboldt berwarna krem, wajahnya berwarna merah muda. Mereka dapat kita kenali dari corak berbentuk topi pada bagian kepala atau rambutnya.

Warna “topi” tersebut umumnya cokelat tua kehitaman. Coraknya ini tampak cukup jelas dan terpisah dari warna dahinya yang lebih terang, biasanya berwarna krem kekuningan.

Habitat dan Distribusi Capuchin Humboldt

Meski terbatas, distribusi capuchin Humboldt berwajah putih terbilang cukup luas mulai dari timur Kolombia, selatan Venezuela, utara Brazil, bahkan berpotensi berada di Trinidad.

Spesies monyet ini umumnya lebih menyukai hutan primer, tapi ditemukan pula di berbagai hutan sekunder yang cenderung lembap dan tidak dihuni oleh spesies capuchin lainnya.

Menurut IUCN Red List, status konservasi C. albifrons berada pada level least concern atau berisiko rendah. Namun, eksistensinya pakar ketahui makin menurun di beberapa wilayah.

Di Trinidad misalnya, populasi hewan tersebut terhitung hanya tinggal 50 individu saja. Hal ini pakar sinyalir diakibatkan oleh kerusakan habitat serta masifnya aktivitas perburuan liar.

Perlu Anda ketahui, C. albifrons tergolong sebagai hewan omnivora. Mereka mengonsumsi berbagai jenis buah-buahan, serangga, hewan invertebrata, reptil, hingga kacang-kacangan.

Perilaku dan Pola Hidup Capuchin Humboldt

Spesies capuchin Humboldt ahli ketahui memiliki harapan hidup yang cukup panjang, yakni 44 tahun. Ia hidup dalam kelompok, di mana para penjantan membentuk hierarki dominasi.

Uniknya, pejantan ikut berpartisipasi dalam merawat serta melindungi para bayi. Anakan biasanya lahir sepanjang tahun, yaitu setelah masa kehamilan antara 162 sampai 180 hari.

Pejantan dewasa cukup toleran terhadap anggota kelompoknya, namun agresif terhadap pejantan dari kelompok lain. Ini membuat perkelahian antarkelompok sering tak terhindari.

Beberapa individu capuchin Humboldt juga punya kebiasaan makan unik. Untuk membuka cangkak biji-bijian, mereka akan membenturkan makanannya ke permukaan yang keras.

Di alam liar, Humboldt’s white-fronted capuchin diburu oleh spesies elang hingga tayra. Selain itu, mereka juga memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan memakan telur burung.

Taksonomi Jenis Monyet Cebus Albifrons

Penulis : Yuhan al Khairi

Top