Dacryopinax Spathularia, Jamur Jelly Unik Berbentuk Spatula

Reading time: 3 menit
Fungi Dacryopinax Spathularia
Jamur berbentuk seperti jelly ini aman dikonsumsi dan punya kandungan antiinfeksi. Foto: Shutterstock

Jamur jelly atau jelly fungi adalah kelompok Basidiomycota yang tergabung dalam kelas Heterobasidiomycetes. Grup ini sejatinya terdiri dari empat famili besar yaitu Tremellales, Auriculariales, Sebacinales, serta jamur Dacrymycetales.

Keluarga fungi Dacrymycetales terbilang cukup populer di masyarakat. Sebagian spesiesnya awam kenal sebagai fungi edible, sehingga sering dibudidayakan sebagai komoditas pasar.

Dalam kebudayaan Cina dan Buddha, jamur dengan julukan Guìhuā’ěr ini terhitung cukup penting. Ia termasuk sebagai bahan masakan vegetarian yang digemari oleh warga lokal.

Dacryopinax spathularia adalah salah satu spesies jamur jelly bernilai tinggi. Ia ahli sinyalir menyimpan segudang potensi kesehatan, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh manusia.

Morfologi dan Ciri-Ciri Jamur Jelly Dacryopinax

Spesies jamur D. spathularia atau ilmuwan sebut juga sebagai D. elegans, merupakan jeli saprotrofit berukuran kecil yang berbentuk seperti kipas pipih, spatula atau garpu tala.

Berkat tampilannya yang unik, fungi tersebut cukup mudah awam kenali jika tumbuh di sekitar pekarangan. Seperti namanya, tubuh jamur jelly sangat mirip dengan agar-agar.

Mereka umumnya berwarna oranye kuning cerah saat masih muda, namun berangsur-angsur berubah menjadi oranye kemerah-merahan ketika mencapai usia dewasa (matang).

Berbeda dengan jelly fungus lainnya, D. spathularia biasanya memiliki bagian tangkai buah. Tangkainya ini berbentuk bulat dan gelap, dengan tekstur permukaan halus dan kenyal.

Jika kita ukur secara seksama, ukuran jamur jelly ini hanya berkisar 1-1,5 cm. Permukaan tubuh buahnya mempunyai papila kecil, serta pada beberapa bagiannya berserabut putih.

Saat sudah terlalu tua, tekstur fungi D. spathularia umumnya sangat mudah rusak. Bila kita tekan dengan tangan, permukaan jamur cenderung mudah hancur menjadi bagian kecil.

Baca juga: Jamur Kuping Merah, Jelly Fungi yang Berguna bagi Kesehatan

Habitat dan Distribusi Jamur Jelly Dacryopinax

Distribusi D. spathularia sejatinya sangat luas. Pemanfaatannya sebagai bahan baku pangan populer di Cina dan Asia Tenggara, namun sudah tersebar luas hampir ke seluruh dunia.

Kelompok jamur ini dapat kita temukan di kawasan Hawaii, Eropa, Amerika Selatan, hingga Afrika Timur. Ia bahkan sempat ahli jumpai di kawasan hutan Amerika Utara dan juga Texas.

Jamur jelly Dacryopinax berbiak dalam kelompok besar. Mereka tumbuh pada permukaan kayu yang sudah lapuk atau mati, serta sangat bergantung pada kondisi lingkungan kering.

Suhu dan kondisi lingkungan adalah faktor penentu pembiakkan D. spathularia. Jika tidak sesuai dengan habitat asli mereka, pertumbuhannya akan terhambat dan berpotensi mati.

Di Tanah Air, populasi fungi berkelas Dacrymycetes ini terbilang cukup banyak. Mereka ahli jumpai di sejumlah daerah mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan sebagainya.

Perlu diketahui pula, jamur jelly ini juga memiliki sinonim nama yaitu Guepinia spathularia, Merulius spathularius, Cantharellus spathularius, serta Guepiniopsis spathularia.

Karakter dan Manfaat Jamur Jelly Dacryopinax

Secara komersial budi daya jamur jelly sangat menguntungkan. Hal ini dapat kita lihat dari tingkat produksi jamur di Cina yang ditaksir mencapai 130.000 ton pada tahun 1997.

Di Cina sendiri, sistem budi daya fungi jelly para petani lakukan dengan dua cara, berbahan baku gelondongan atau menggunakan serbuk gergaji sebagai media tanam dalam baglog.

Biasanya, olahan jamur D. spathularia khalayak manfaatkan sebagai bahan dasar minuman, jus dan es krim. Ia juga awam campur ke dalam bubur, sup serta hidangan pencuci mulut.

Secara klinis manfaat jamur jelly sebenarnya belum bisa ahli pastikan. Kendati demikian, banyak yang berasumsi jika jenis fungi tersebut berguna sebagai obat dan juga suplemen.

Untuk kesehatan, ia publik percaya ampuh sebagai antiinfeksi, antitumor, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, serta meningkatkan kadar antioksidan pada otak dan hati.

Karena itu seiring meningkatnya permintaan jamur di masyarakat, menjadikan spesies D. spathularia sebagai komoditi pasar agaknya cukup menguntungkan dan layak kita coba.

Baca juga: Flammulina Velutipes Alias Enoki, Jamur Pangan yang Berkhasiat

Taksonomi Spesies Fungi Jelly Dacryopinax

Penulis : Yuhan al Khairi

Top