Ikan Remora, Sahabat Hiu

Reading time: 3 menit
ikan remora
Ikan remora. Foto: wikemedia commons

Apabila membahas kekayaan dan keanekaragaman makhluk hidup bawah laut maka tidak akan pernah ada habisnya. Ya, seperti kita ketahui bahwa ikan dan organisme laut saling tergantung satu sama lainnya untuk bertahan hidup. Sifat saling ketergantungan ini pun terjadi pada makhluk hidup laut, yaitu antara ikan hiu dan ikan remora. Pada pembahasan artikel kali ini akan lebih spesifik membahas klasifikasi dan morfologi ikan remora, sahabat kecil ikan hiu.

Ikan remora atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai ‘Suckerfish’, adalah spesies ikan dari famili Echeneidae. Mitologi pada zaman kuno menyatakan bahwa ikan remora diyakini bisa menghentikan sebuah kapal dari berlayar. Dalam bahasa Latin sendiri, ‘remora’ berarti ‘delay’ (menunda), sedangkan genusnya ‘Echeneis’ berasal dari bahasa Yunani yang artinya ‘to hold a ship’ (menahan kapal).

Keunikan dari ikan ini memiliki alat pengisap untuk menempel di tubuh mamalia atau ikan yang relatif lebih besar dari tubuhnya, seperti pada ikan hiu, ikan pari manta, paus, penyu, bahkan pada lambung kapal di perairan tropis. Ikan ini senang berenang di dekat tubuh mamalia atau ikan yang lebih besar, ia pun akan turut menjelajah ke mana pun mereka pergi.

Ikan remora hidup di perairan hangat. Terdapat 5 spesies ikan remora yang ada di seluruh dunia, antara lain Remora albescens (White suckerfish), Remora australis (Whale sucker), Remora brachyptera (Spearfish remora), Remora osteochir (Marlin sucker), Remora remora (Shark sucker). Jenis ikan Remora yang dominan di wilayah perairan Indonesia yaitu jenis Remora remora. Status konservasinya saat ini yaitu ‘least concern’ atau kurang diperhatikan (dikutip dari laman iucnredlist.org).

Ikan ini memiliki panjang tubuh maksimum berukuran 62 cm (panjang baku), namum dilaporkan juga memiliki panjang tubuh berukuran 86 cm (panjang total). Umumnya ikan remora lebih memilih ikan hiu sebagai inangnya karena hiu berenang cenderung lambat sehingga mudah diikuti.

ikan remora

Ikan remora. Foto: c1.staticflickr.com/Klaus Stiefel

Ikan remora bukanlah termasuk ikan parasit. Mereka selalu menempel pada ikan hiu agar tetap aman karena ikan-ikan pemangsa takut pada ikan hiu, selain itu ikan ini juga akan lebih mudah mendapatkan makanan dari sisa makanan ikan hiu. Ikan hiu sendiri tidak diuntungkan atau dirugikan dengan keberadaan ikan remora. Pola interkasi tersebut, dikenal dengan sebutan simbiosis komensalisme.

Pada sirip dorsal atau sirip punggung ikan remora berbentuk oval. Struktur organ pengisap seperti kanal (saluran) yang terbuka dan mampu menghisap kulit hewan laut yang lebih besar. Cakram penghisap pada ikan remora tumbuh di atas kepalanya dan cakramnya terlihat seperti sol di bawah sepatu.

Para peneliti juga menemukan, larva remora memiliki gigi bengkok yang khas menonjol dari rahang bawah. “Temuan ini mungkin menjadi petunjuk bagaimana bayi remora terus membonceng sebelum alat penghisapnya tumbuh,” ujar Dave Johnson, ahli zoologi di Smithsonian’s National Museum of Natural History seperti dikutip dari laman tekno.tempo.co.

Berdasarkan data dari lembaga pemerintah dan non-pemerintah, populasi ikan hiu sendiri di Indonesia mengalami penurunan tahun ke tahun. Sebagai informasi, Indonesia merupakan habitat bagi lima jenis hiu dan dua jenis pari manta yang tercantum dalam daftar Appendix II Konvensi Perdagangan Internasional Terhadap Satwa dan Tumbuhan yang Terancam Punah (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna/ CITES) (Greeners.co, 14 Juni 2015).

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan upaya konservasi melalui berbagai macam strategi yang dapat menyadarkan seluruh pihak, masyarakat dan pelaku kepentingan, mengenai betapa pentingnya keberadaan ikan hiu dalam dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Dengan tidak melakukan eksploitasi berlebih pada ikan hiu, maka tidak hanya menyelamatkan satu ekor ikan hiu saja tetapi juga akan menyelamatkan beribu-ribu sahabat ikan hiu di lautan, contohnya si kecil ikan remora ini.

ikan remora

 

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page