Japanese Cheesewood, Tanaman Semak dengan Segudang Manfaat

Reading time: 3 menit
Tumbuhan ini kerap digunakan sebagai pagar hidup. Foto: Shutterstock

Walau dikenal sebagai tanaman semak, tampilan Japanese cheesewood terbilang cukup indah. Tumbuhan ini sering dijadikan sebagai penghias pekarangan dan pagar rumah. Bijinya pun menyimpan beragam nutrisi penting, meski tidak lazim dikonsumsi oleh manusia.

Japanese cheesewood mempunyai nama ilmiah Pittosporum tobira. Flora ini merupakan satu dari 300 spesies tumbuhan berbunga yang berasal dari genus Pittosporum dan keluarga Pittosporaceae.

Meski memiliki embel-embel nama “Jepang,” habitat asli tumbuhan ini menyebar sampai ke China, Taiwan, dan Korea Selatan. Mereka bahkan telah dibudidayakan di berbagai negara, kecuali wilayah Antarktika.

Di sejumlah daerah, spesies P. tobira dijuluki sebagai Australian laurel, Japanese pittosporum, hingga mock orange. Ada pula yang menyebutnya kemboja Jepang, merujuk pada bentuk daun dan bunga flora tersebut.

Morfologi dan Ciri-Ciri Japanese Cheesewood

Japanese cheesewood memiliki daun berbentuk lonjong, berwarna hijau dengan tepian bawah yang melengkuk. Bagian ini terlihat kasar, tidak berbulu, serta bercorak lebih gelap pada sisi atasnya.

Jika diukur, tinggi keseluruhan tanaman tersebut dapat mencapai 10 meter. Lebarnya berkisar 3 meter atau 10 kaki, sedangkan panjang daun dapat mencapai 10 cm atau sekitar 4 inci.

Karena ukurannya yang cukup besar untuk jenis tanaman semak, tidak heran jika tumbuhan satu ini digunakan sebagai pagar hidup. Daunnya pun dapat dipangkas dan dibentuk sesuai keinginan.

Tidak cuma itu, spesies P. tobira juga mampu menghasilkan bunga cantik dengan kelopak berwarna putih. Satu kuntum bunga biasanya terdiri atas lima kelopak, ukuran masing-masingnya berkisar 1 cm.

Bagian bunga terbilang istimewa karena mengeluarkan aroma yang harum. Buahnya adalah kapsul berkayu dan berbulu seukuran 1 cm. Di dalam buah tersebut tersimpan biji kecil dengan warna hitam pekat.

Habitat dan Distribusi Japanese Cheesewood

Japanese cheesewood merupakan tumbuhan asli Asia Timur. Di China, ia ditemukan di Provinsi Fujian. Sedangkan di Jepang, tanaman ini tumbuh di sekitar Pulau Kyushu, Shikoku, serta Kepulauan Ryukyu.

Di kedua negara itu, spesies P. tobira nyatanya dikenal dengan nama yang berbeda. Masyarakat Tiongkok menyebutnya sebagai hai tong hua shu, sedangkan orang-orang Jepang mengenalnya sebagai tobera.

Di Jerman, flora ini dijuluki sebagai chinesischer Klebsame (biji lengket dari China). Warga Swedia menamainya glansbusek (semak mengkilap), sedangkan di Brasil nama lainnya adalah pau-de-incenso (tongkat dupa).

Amerika Serikat merupakan salah satu sentral pembudidayaan mock orange di dunia. Flora berordo Apiales itu dapat kita jumpai di berbagai daerah meliputi California, North Carolina, Georgia, hingga Florida.

Melansir berbagai sumber, tobera tumbuh di kawasan hutan, lereng, daerah berkapur, pantai berpasir, hingga di sekitar tepian jalan. Mereka masih dapat kita temukan sampai ketinggian 1.800 meter di atas laut.

Kandungan dan Manfaat Japanese Cheesewood

Seperti yang telah disebutkan, ahli berpendapat bahwa biji Japanese cheesewood menyimpan sejumlah senyawa dan nutrisi penting, seperti lemak nabati, karbohidrat, fenolik, hingga flavonoid.

Untuk fenolik sendiri, setidaknya ada lima jenis asam yang telah pakar temukan di dalam biji tersebut, yakni asam caffeic, asam ferulat, asam p-kumarat, asam sinamat, dan asam galat.

Di dalamnya juga tersedia kandungan abu yang tinggi. Bahkan, minyak esensialnya disinyalir memiliki aktivitas antioksidan. Namun, sayangnya biji tobera memang bukan untuk dikonsumsi.

Bagian tersebut dapat mengeluarkan aroma busuk jika permukaannya pecah. Ini merupakan bentuk evolusi tanaman atas serangan mangsa, sehingga tidak ada yang dapat memakan buahnya saat matang.

Terlepas dari kandungan baiknya, spesies P. tobira dikenal memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Batang, daun, dan buah keringnya dimanfaatkan sebagai rangkaian bunga, sehingga layak untuk dibudidayakan.

Taksonomi Spesies Pittosporum Tobira

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page