Kecoak, Serangga Indikator Kebersihan Rumah

Reading time: 2 menit
Kecoak
Foto: shutterstock

Serangga satu ini sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah kita. Bahkan kehadirannya menimbulkan rasa geli bagi sebagian orang yang melihat. Serangga yang dimaksud tak lain adalah kecoak. Nah, tahukah kalian apa nama latin dari jenis lipas yang sering berlalu-lalang di rumah?

Kecoak rumah atau Periplaneta americana adalah serangga yang sangat dekat dengan kehidupan manusia. Mereka menyukai bangunan yang hangat, lembap, dan banyak terdapat makanan. Hewan kecil ini merupakan salah satu indikator baik atau buruknya sanitasi suatu rumah.

Baca juga: Kakap Merah, Ikan Berprotein Tinggi yang Jadi Komoditas Perikanan

Dalam klasifikasinya, kecoak rumah termasuk serangga dari Famili Blattidae dan Ordo Orthoptera. Istilah Orthos berarti lurus dan ptera yang bermakna sayap dalam Bahasa Yunani. Umumnya kecoak rumah hidup secara berkelompok dan memiliki kemampuan terbang.

Mereka biasanya menghindari cahaya pada saat siang hari dan bersembunyi di sela-sela atau tempat yang gelap. Sedangkan pada malam hari, pergerakannya aktif. Kecoak merupakan serangga yang sulit dikendalikan karena lebih suka bersembunyi di celah sempit.

Dalam sejarahnya, insekta cokelat ini termasuk ke dalam kelompok serangga purba dan hidup pada zaman karbon atau sekitar 350-270 juta tahun yang lampau. Kecoak dewasa memiliki panjang sekitar empat sentimeter dengan tinggi tujuh milimeter. Warna tubuhnya merah kecokelatan dengan garis batas kekuningan pada bagian kepala.

Tubuh kecoak dibagi ke dalam tiga segmen dengan ciri bagian badan berbentuk oval dan tipis, serta pronotum yang melapisi kepala. Pronotum merupakan struktur seperti plat yang menutupi seluruh permukaan dorsal toraks (dada). Di kepalanya terdapat sepasang antena panjang yang berfungsi sebagai alat indra dan dapat mendeteksi bau-bauan maupun vibrasi di udara. Dalam keadaan istirahat, kepalanya menunduk ke pronotum yang berbentuk seperti perisai.

Kecoak

Foto: shutterstock

Kecoak memiliki sepasang mata majemuk, satu mata tunggal, mulut pengunyah, antena panjang dan bersegmen, serta sayap depan berkulit serta sayap belakang yang rapuh.

Dari siklus hidupnya mereka tergolong serangga dengan metamorfosis yang tidak lengkap. Kecoak hanya melalui tiga tingkatan perkembangan, yaitu stadium telur, nimfa, dan dewasa. Ketiganya dapat dibedakan jenis jantan dan betinanya.

Pada stadium telur, kecoak membutuhkan waktu 30-40 hari untuk menetas. Telurnya tidak diletakkan sendiri-sendiri melainkan secara berkelompok. Kelompok telur ini dilindungi oleh selaput keras yang disebut kapsul telur atau ooteka.

Kapsul telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi nimfa dan hidup bebas serta bergerak aktif. Nimfa yang baru keluar dari kapsul telur berwarna putih seperti butiran beras kemudian berangsur-angsur berubah menjadi cokelat dan tidak bersayap.

Baca juga: Belentung, Amfibi yang Gemar Bersembunyi

Kecoak berperan sebagai vektor mekanik atau serangga penyebar penyakit bagi sejumlah mikroorganisme patogen. Mereka juga bertindak sebagai inang perantara bagi berbagai spesies cacing. Tak jarang, kecoa juga menyebabkan timbulnya reaksi-reaksi alergi seperti dermatitis, gatal-gatal, dan pembengkakan kelopak mata.

Mereka juga dapat memindahkan beberapa mikroorganisme patogen atau penyebab penyakit seperti, Streptococcus, Salmonella, dan lainnya. Kecoak berperan dalam menyebarkan penyakit di antaranya disentri, diare, kolera, virus Hepatitis A, hingga polio pada anak-anak.

Taksonomi Kecoak

Penulis: Sarah R. Megumi

Top
You cannot copy content of this page