Kelembak, Bahan Baku Rokok Keretek yang Berkhasiat

Reading time: 2 menit
Sejak ribuan tahun silam, tumbuhan asli Tiongkok ini berguna sebagai obat herbal. Foto: Shutterstock

Bagi masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah, nama kelembak mungkin sering diasosiasikan dengan rokok klembak menyan. Tanaman ini memang jamak digunakan sebagai bahan baku rokok keretek, namun disinyalir memiliki beragam khasiat bagi kesehatan.

Kelembak pada dasarnya adalah tumbuhan asli Tiongkok. Tanaman ini telah dikenal sebagai ramuan obat herbal sejak ribuan tahun silam, yang ampuh meredakan masalah pencernaan.

Secara klasifikasi, tanaman dengan nama latin Rheum officinale itu termasuk dalam keluarga Polygonaceae. Ia berkerabat dengan tanaman rhubarb, sebab berasal dari genus yang sama.

Famili Polygonaceae tergolong sebagai tanaman herba tahunan yang memiliki batang basah. Mereka tumbuh dari rimpang tebal dan pendek sehingga berbentuk seperti tanaman semak.

Morfologi dan Ciri-Ciri Tanaman Kelembak

Tanaman kelembak dapat kita tandai dari daunnya yang berbentuk bulat telur dengan ujung yang meruncing. Daun ini tergolong daun tunggal, panjang rata-ratanya mencapai 20-40 cm.

Tidak cuma itu, diameter daun tersebut juga dapat mencapai 10–30 cm. Bunganya majemuk dengan dua kelamin atau tunggal, tumbuh menyatu menjadi malai yang bercabang-cabang.

Spesies R. officinale punya enam helai mahkota yang tersusun dalam lingkaran. Di dalamnya turut terdapat sembilan benang sari, serta kepala putik tebal dengan warna putih kehijauan.

Dari situlah bakal buah berbentuk segitiga akan tumbuh. Buah tersebut punya tangkai putik yang melengkung, bentuknya menyerupai padi berwarna merah namun memiliki tiga sayap.

Akar merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan dari tumbuhan ini. Akar yang baik biasanya ditanam di daerah pegunungan yang memiliki lingkungan sejuk dan tanah gembur.

Habitat dan Distribusi Tanaman Kelembak

Kelembak merupakan tumbuhan asli kawasan tropis dan subtropis. Tanaman ini terdistribusi ke berbagai daerah, serta dimanfaatkan sebagai ramuan obat maupun olahan minyak wangi.

Di Eropa, tumbuhan berordo Caryophyllales itu disebut sebagai Chinese rhubarb. Sedangkan dalam praktik pengobatan Tiongkok, tanaman tersebut dinamai sebagai yào yòng dà huáng.

Bahkan, spesies R. officinale tersebar hingga Amerika Utara. Ini terbukti dari catatan sejarah, yang mana masyarakat Indian setempat menggunakan tanaman tersebut sebagai teh herbal.

Di tanah air, sentral budi daya kelembak bisa kita jumpai di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Namun distribusinya terbilang merata, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, sampai Papua.

Secara umum, spesies R. officinale dapat ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas laut. Tanaman ini juga membutuhkan lahan berpasir yang tidak begitu lembap.

Kandungan dan Manfaat Tanaman Kelembak

Daun tumbuhan kelembak mengandung flavonoid; polifenol, antraglikosida hingga frangula-emodi. Sedangkan akarnya memiliki senyawa glikosida; krisofanol, rein-emodin dan saponin.

Karena itu, kedua bagian ini sering dimanfaatkan sebagai obat pencahar untuk melancarkan pencernaan. Akar dan batangnya pun berguna mengobati sembelit serta luka luar bernanah.

Sebagian orang bahkan meyakini bahwa tanaman ini berguna dalam pengobatan hepatitis B. Klaim tersebut belum dapat dipastikan, karena tidak ditemukan sumber pasti terkait hal itu.

Di luar khasiat kesehatannya, daun tanaman ini nyatanya bermanfaat sebagai obat penyakit ikan. Senyawanya terbukti efektif membunuh bakteri penyebab penyakit kerontokan insang.

Meskipun sangat bermutu, spesies R. officinale bukan komoditas budi daya yang populer. Ini dikarenakan oleh rasanya yang pahit, sehingga tidak semua orang tertarik mengonsumsinya.

Taksonomi Spesies Rheum Officinale

Penulis : Yuhan al Khairi

Top