Kutu Kasur, Serangga Pengganggu yang Hidup di Kamar

Reading time: 3 menit
Gigitan kutu kasur bisa memicu alergi. Foto: Shutterstock

Kutu kasur, kutu busuk, kepinding atau tumila, apapun sebutan Anda untuk hewan ini, eksistensinya jelas tidak diharapkan. Gigitannya dapat mengakibatkan gatal dan ruam-ruam. Dalam beberapa kasus, efek gigitan tersebut bahkan dapat memicu terjadinya alergi.

Kepinding ialah jenis serangga parasit yang tergabung dalam keluarga Cimicidae. Hewan ini memiliki nama ilmiah Cimex lectularius, sehingga spesiesnya dapat dipastikan berasal dari genus Cimex.

Secara klasifikasi, kepinding sejatinya masih berkerabat dengan kutu daun, tonggeret, anggang-anggang, sampai walang sangit. Semuanya tergolong dalam ordo yang sama, yaitu Hemiptera (keluarga kepik).

Meski begitu, spesies C. lextularius memiliki habitat dan pola hidup yang berbeda. Mereka jamak dijumpai di dalam kamar, bersembunyi di balik kasur dan mengincar darah manusia untuk berkembang biak.

Karakteristik dan Ciri-Ciri Kutu Kasur

Kutu kasur atau bed bug bisa kita tandai dari tubuhnya yang berbentuk oval dan pipih, serta berwarna kecokelatan. Namun setelah menghisap darah, tubuh hewan itu tampak membulat dan berwarna kemerahan.

Tubuhnya tertutupi oleh rambut-rambut yang sangat tipis dan pendek, dengan panjang tubuh 5–7 mm. Pada bagian abdomen atau perutnya, terdapat sekitar sembilan segmen dengan batas yang cukup jelas.

Dibanding spesies Cimicidae lainnya, bed bug pun dapat kita identifikasi dari aromanya yang kurang sedap. Mereka memiliki alat hisap darah dengan nama proboscis, yang dapat menjulur untuk menusuk kulit.

Perlu diketahui, tumila dapat bertahan hidup selama 10 bulan. Mereka berbiak dengan sangat pecat, sebab sang betina mampu menghasilkan telur sebanyak 200 butir atau sekitar 3–4 telur per harinya.

Hanya butuh waktu 5 bulan untuk kutu busuk menjadi individu dewasa. Mereka memerlukan darah untuk tumbuh dan berkembang biak, serta dapat mendeteksi kehadiran manusia melalui sensor panas tubuh.

Habitat dan Karaktersitik Kutu Busuk

Jangan salah, lingkungan yang kotor tak selalu menjadi tanda kehadiran kutu kasur. Mereka dapat hidup dan berkembang biak di nyaris segala lingkungan, baik tempat yang kotor maupun bersih.

Spesies kutu ini cenderung berada di tempat umum yang biasa dihuni bergantian seperti hotel, rumah sakit, asrama hingga kursi bus. Mereka bahkan bisa berpindah dengan cepat, seperti melalui pakaian manusia.

Berbeda dengan kutu rambut, kutu busuk tidak selamanya tinggal pada tubuh manusia. Mereka hanya menempel pada kulit selama 4‒12 menit untuk menghisap darah, lalu kembali ke tempat persembunyiannya.

Efek dan Dampak Gigitan Kutu Kasur

Orang-orang yang tergigit kutu ini biasanya mengalami gejala beragam. Walau secara umum tidak menimbulkan masalah besar, tetapi berikut beberapa efek gigitan kutu kasur yang penting untuk diantisipasi:

  • Gatal-gatal;
  • Kulit kemerahan dengan bintik merah gelap;
  • Berpola garis kasar atau dalam kelompok; dan
  • Terletak di wajah, leher, serta lengan.

Seperti yang telah disebutkan, pada beberapa kasus gigitan hewan ini juga memicu reaksi alergi. Skala alerginya ringan hingga berat, sehingga diperlukan penanganan medis untuk menyembuhkannya, seperti:

  • Rasa gatal dan ruam kulit;
  • Detak jantung tak beraturan dan keras;
  • Tekanan darah menurun tiba-tiba;
  • Dada sesak dan sulit bernapas;
  • Kulit bentol hingga melepuh;
  • Infeksi saat bentol digaruk; serta
  • Demam dan anemia.

Cara Membasmi dan Mencegah Kutu Kasur

Selain pembasmian, cara pencegahan pertumbuhan kutu kasur sangat penting dilakukan. Ini agar kutu tersebut tidak berkembang biak secara masif, sehingga mengganggu aktivitas para penghuni rumah.

  • Cuci sprei secara teratur dengan air hangat, lalu jemur kasur dan sprei tersebut di bawah sinar matahari langsung
  • Gunakan insektisida semprot khusus untuk memberantas kutu kasur, tetapi jangan lupa perhatikan petunjuk penggunaannya
  • Jangan menyemprotkan terlalu banyak insektisida karena justru akan membuat kutu kebal terhadap kandungannya
  • Sikat kasur secara rutin, kemudian gunakan vacuum cleaner untuk membersihkan kutu kasur
  • Buang sampah dari vacuum cleaner di dalam wadah tertutup
  • Ganti kasur jika keadaannya sudah tidak layak, tetapi hindari membeli kasur bekas
  • Bersihkan kasur dan kamar secara teratur, terutama di area bawah tempat tidur
  • Hubungi petugas pengendalian hama sebagai cara membasmi kutu busuk dengan lebih menyeluruh.

Taksonomi Spesies Cimex Lectularius

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page