Caryanda Spuria, Belalang Bercorak Indah dari Asia Tenggara

Reading time: 3 menit
Perlu berhati-hati jika akan mengonsumsi belalang sepeerti spesies ini karena untuk menghindari racun. Foto: Shutterstock

Tubuh belalang umumnya didominasi oleh satu warna; hijau, cokelat, atau bahkan abu-abu. Namun berbeda dengan Caryanda spuria, spesies belalang ini mempunyai corak tubuh yang indah karena terdiri dari beberapa macam warna.

Caryanda spuria adalah satu dari 10.000 lebih spesies belalang yang tergabung dalam famili Acrididae. Hewan ini merupakan jenis belalang “bertanduk” pendek yang umumnya tersebar di wilayah Asia Tenggara.

Caryanda sendiri dikenal sebagai genus atau marga belalang dengan anggota terbanyak di dunia. Tidak cuma jumlah spesies, peta distribusi genus tersebut pun sampai meliputi dua benua terbesar.

Benua Asia dan Afrika merupakan rumah dari ribuan spesies Acrididae. Mereka dapat kita temukan di hampir seluruh wilayah seperti India, China, kawasan Indo-Cina, sampai ke Papua Nugini.

Morfologi dan Ciri-Ciri Caryanda Spuria

Seperti yang telah disebutkan, corak tubuh Caryanda spuria memang cukup indah. Belalang ini dapat kita tandai dari perpaduan warna hijau, kuning, oranye, hitam, serta hijau kebiruan yang ada pada tubuhnya.

Selain itu, sebagian besar spesies Caryanda bisa kita tandai dari ukuran tubuhnya yang kecil. Antena atau tanduk mereka terlihat tegak dan agak kaku, ukurannya tentu tidak lebih panjang dari ukuran badan.

Panjang tubuh belalang ini hanya berkisar 20 mm. Badannya berwarna kuning dengan corak bergaris hitam. Kaki-kaki mereka juga berwarna kuning, tetapi lututnya sendiri berwarna hijau dengan corak kebiruan.

Sisi tubuh bagian atas berwarna hijau, sedangkan tegmina atau sayap depannya berwarna biru metalik. Bagian abdomen belakang berwarna krem atau cokelat muda, tetapi sisi bawahnya berwarna cokelat tua.

Uniknya, ukuran tubuh betina biasanya lebih besar daripada pejantan. Spesies ini dapat kita tandai dari tubuh bagian atasnya yang berwarna krem atau kecokelatan, dengan tegmina berwarna hijau pekat.

Habitat dan Distribusi Caryanda Spuria

Caryanda spuria hidup di lahan terbuka, hutan dan area sawah dengan vegetasi tanaman tebu, jagung, serta padi. Mereka menyukai daerah yang lembap, sehingga sangat cocok dengan iklim di Asia Tenggara.

Indonesia, Malaysia, dan Singapura merupakan habitat dari spesies ini. Eksistensinya cukup mudah untuk ditemukan, terutama di area-area perkampungan yang lingkungannya masih asri dan terjaga.

Memang, belalang sendiri tidak dapat bertahan hidup di daerah yang tercemar dan minim sumber makanan. Karena itu, hewan ini berguna sebagai salah satu indikator pengukur kelestarian alam.

Untuk populasinya sendiri, status konservasi Caryanda spuria belum dapat dipastikan. Walau menyebar secara luas, sayangnya penelitian terhadap spesies tersebut masih cukup jarang dilakukan.

Melihat masifnya deforestasi dan alih fungsi lahan di Asia Tenggara. Bukan tidak mungkin jika populasi hewan itu sudah semakin tergerus, sehingga sangat penting untuk menjaga kelestariannya.

Peran dan Manfaat Caryanda Spuria

Sudah jadi rahasia umum, belalang adalah salah satu musuh terbesar bagi para petani. Hewan ini dianggap sebagai hama karena kerap memakan daun tanaman dan biji padi yang ada di persawahan.

Di sisi lain, belalang memiliki peran penting dalam ekosistem alami. Ia bertugas sebagai pengurai organisme mati, pemangsa detritus material organik, serta predator alami bagi beberapa spesies serangga.

Sedangkan bagi manusia, belalang berguna sebagai makanan alternatif. Mereka disinyalir kaya akan protein, sehingga dapat menggantikan daging, ikan, dan telur yang memiliki harga jual lebih mahal.

Di Indonesia sendiri, kuliner olahan daging belalang cukup populer di masyarakat. Jenis belalang yang digunakan adalah Valanga nigricornis atau belalang kayu. Ini diolah menjadi camilan dengan cara digoreng.

Untuk Caryanda spuria, status edibility-nya masih dalam perdebatan. Sebaiknya jangan nekat mengonsumsi belalang ini, demi menghindari risiko keracunan maupun penularan penyakit zoonotik.

Taksonomi Spesies Belalang Caryanda

Penulis : Yuhan al Khairi

Top

You cannot copy content of this page